KESATU.CO, PURWAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan kesiapan pelaksanaan program gentengisasi di Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Langkah strategis ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan material program perumahan nasional, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memberdayakan perajin lokal agar semakin berdaya saing.
Menurut pria yang akrab disapa Ara ini, pelaksanaan program gentengisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas serta pemenuhan standar produk.
Pemerintah ingin memastikan bahwa keikutsertaan UMKM lokal mampu memberikan dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang optimal bagi masyarakat sekitar.
“Yang kita mau adalah memberdayakan UMKM, tapi kualitasnya di-upgrade dulu, ditingkatkan. Jadi ada multiplier effect-nya. UMKM-nya jalan, kualitasnya juga semakin baik,” ujar Maruarar dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Kepastian mengenai kesiapan program ini mengemuka setelah dilakukannya rapat koordinasi strategis di Gedung A Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat.
Pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PKP Maruarar Sirait, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, serta Bupati Majalengka Eman Suherman.
Kementerian PKP sendiri sebetulnya telah memulai langkah awal gentengisasi di wilayah Purwakarta dan Majalengka sejak sekitar enam bulan lalu.
Melalui proses persiapan dan evaluasi yang mendalam, pemerintah menyadari perlunya standardisasi produk yang dihasilkan oleh para perajin agar memenuhi spesifikasi teknis pembangunan perumahan.
Pada fase awal, sebagian perajin dilaporkan belum mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Majalengka sigap memberikan pembinaan serta pendampingan intensif.
Upaya ini dilakukan agar para perajin dapat memenuhi seluruh persyaratan kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk tahap awal pelaksanaan di Plered, Purwakarta, sebanyak 14 perajin lokal dilibatkan secara langsung dalam penyediaan 500 ribu buah genteng. Rencananya, pasokan material tersebut akan dikirimkan menggunakan 125 armada truk pada tanggal 2 Oktober 2026.
Dari total perajin yang terlibat, empat di antaranya telah mengantongi sertifikasi SNI, sementara 10 perajin lainnya telah berhasil lolos uji keandalan produk.
Tidak hanya berfokus di Plered, penguatan sentra produksi genteng juga diperluas ke Kabupaten Majalengka. Pemerintah telah menjadwalkan pengiriman sebanyak 2,4 juta genteng yang akan diangkut menggunakan 600 truk pada tanggal 8 November 2026 mendatang.
Kegiatan di Majalengka ini melibatkan total 45 perajin, di mana 34 perajin telah memiliki SNI dan 11 perajin lainnya dinyatakan lolos uji keandalan.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Kementerian PKP terus berkomitmen mendorong agar pasokan material genteng untuk program perumahan rakyat dapat disuplai langsung dari sentra-sentra produksi lokal di berbagai daerah.
Langkah ini sekaligus membuka peluang besar bagi UMKM perajin genteng untuk terus tumbuh berkembang melalui peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar yang lebih luas di masa depan.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai pelibatan UMKM lokal dalam penyediaan material program perumahan rakyat ini?***
