KESATU.CO, KARAWANG – Berangkat dari visi mewujudkan Kalihurip yang maju, mandiri, religius, berbudaya, sejahtera, dan berkeadilan, melalui pemerintahan desa yang jujur, transparan, serta melayani seluruh masyarakat.
H. Ade Jalaludin atau yang akrab disapa HADE, resmi mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bacalon Kades) Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.
Menurut Hade, konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan. Kemajuan Kalihurip tidak hanya dipandang dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari penguatan ekonomi masyarakat, kesempatan kerja, kualitas pelayanan, kehidupan keagamaan, pelestarian budaya, serta terciptanya lingkungan desa yang aman dan nyaman.
Dalam penjelasan visi-misinya, pemerintahan desa diharapkan hadir untuk masyarakat, terbuka dalam pengelolaan pemerintahan, jujur dalam menjalankan amanah, dan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh warga tanpa membeda-bedakan.
ENAM AGENDA UTAMA
Untuk menerjemahkan visi tersebut, H. Ade Jalaludin menetapkan enam fokus utama pembangunan.
Pertama, Lapangan Kerja dan Kesejahteraan.
Fokus ini diarahkan pada peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat melalui investasi yang memberikan manfaat bagi warga, pelatihan keterampilan bagi pemuda dan masyarakat, serta pengembangan potensi desa menjadi peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Kedua, Bantuan Sosial Tepat Sasaran.
Penyaluran bantuan diarahkan agar dilakukan secara adil dan transparan berdasarkan data yang akurat, dengan perhatian kepada masyarakat kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan.
Ketiga, UMKM dan Ekonomi Kerakyatan.
Pelaku UMKM akan menjadi bagian dari perhatian melalui pendampingan, pelatihan, promosi, akses permodalan, dan pemasaran produk lokal. Gagasan ini juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
Keempat, Budaya dan Kearifan Lokal.
Kemajuan desa tetap harus berjalan bersama dengan pelestarian seni, budaya, adat istiadat, dan tradisi Kalihurip. Kepemudaan, olahraga, dan kreativitas masyarakat juga menjadi bagian dari perhatian.
Kelima, Kehidupan Keagamaan.
Pembangunan desa juga diarahkan untuk mendukung kegiatan keagamaan, pembinaan akhlak, sarana ibadah, pendidikan keagamaan, dan kerukunan antarwarga.
Keenam, Pembangunan Desa Berkelanjutan.
Pembangunan diarahkan agar merata, berkualitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat, mencakup infrastruktur, pelayanan publik, kebersihan lingkungan, ketahanan pangan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
KALIHURIP MAJU BUKAN SEKADAR SLOGAN
Dalam dokumen visi dan misi tersebut, “Kalihurip Maju” ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan gambaran arah perubahan yang mencakup kemajuan ekonomi, pelayanan, pembangunan, pendidikan dan keterampilan, serta kehidupan sosial dengan tetap menjaga agama, budaya, dan persatuan masyarakat.
Sementara itu, “Kerja Nyata untuk Semua” dimaknai sebagai komitmen agar program tidak berhenti pada janji atau kata-kata, tetapi diwujudkan, dirasakan manfaatnya, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Kata “untuk semua” menegaskan bahwa pembangunan dan pelayanan ditujukan kepada seluruh masyarakat Kalihurip tanpa membeda-bedakan.
Melalui visi dan misi tersebut, H. Ade Jalaludin menawarkan arah pembangunan yang menempatkan kemajuan desa, kemandirian ekonomi, kesejahteraan masyarakat, penguatan nilai agama dan budaya, serta pemerintahan yang jujur dan terbuka sebagai satu kesatuan. ***
