KESATU.CO, PURWAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan kembali terlihat di lapangan.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menemukan seorang anak berusia 7 tahun bernama Arif yang belum mengenyam bangku sekolah.
Momen tersebut terjadi saat Om Zein menghadiri kegiatan pelayanan publik terpadu (Gempungan) yang berlangsung di Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Di tengah antusiasme warga yang memanfaatkan berbagai layanan gratis, perhatian Om Zein teralihkan oleh sosok Arif yang seharusnya sudah duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD).
Tidak ingin menunda waktu, Om Zein bergerak cepat. Di lokasi acara, ia langsung memanggil jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta serta Kepala Desa Sukasari, Pak Cece, untuk segera menangani kondisi tersebut.
Om Zein menginstruksikan agar Arif secepatnya didaftarkan ke SD terdekat agar tidak tertinggal hak pendidikannya.
“Pak Kades, wayahna budak sakolakeun (tolong anaknya disekolahkan). Tidak boleh ada anak Purwakarta yang tidak sekolah. Siang sekolah agama, pagi sekolah SD,” tegas Om Zein di hadapan Kepala Desa dan warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Pernyataan tegas Bupati Purwakarta ini mempertegas arah kebijakan pendidikan di Purwakarta, di mana penanganan anak putus sekolah atau belum sekolah menjadi prioritas utama.
Selain pendidikan formal di pagi hari, Om Zein juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan keagamaan bagi anak-anak melalui Madrasah Diniyah atau sekolah agama pada siang hari.
Guna memastikan proses bersekolah Arif berjalan tanpa hambatan biaya awal, Om Zein memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000. Uang tersebut diserahkan langsung dan dititipkan kepada Kepala Desa Sukasari, Pak Cece, untuk mengurus segala kebutuhan sekolah Arif.
Bantuan dana tersebut dialokasikan sebagai tabungan awal sekaligus modal membeli perlengkapan dasar sekolah, mulai dari seragam baju dan celana, sepatu, tas, hingga alat-alat tulis.
Suasana haru berubah menjadi penuh keceriaan saat Om Zein menyapa Arif secara langsung. Anak laki-laki berusia 7 tahun itu merespons ajakan sekolah tersebut dengan penuh antusias dan riang gembira.
Senyum lebar tampak di wajah Arif saat ia membalas ajakan tos tangan dari Om Zein sebagai simbol kesepakatannya untuk mulai rajin belajar.
Aksi sigap Bupati Purwakarta dalam program Gempungan ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Sukasari. Kehadiran program Gempungan tidak hanya berfungsi menyajikan layanan administratif perizinan, kesehatan, dan kependudukan, tetapi juga menjadi sarana jaring pengaman sosial untuk menyerap aspirasi dan masalah warga secara langsung di pelosok desa.
Dengan terdaftarnya Arif di sekolah dasar setempat, Pemkab Purwakarta berharap tidak ada lagi anak-anak usia sekolah di wilayah Kecamatan Sukasari maupun seluruh pelosok Purwakarta yang luput dari akses pendidikan formal.***
