KESATU.CO, PURWAKARTA — Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek perbaikan jalan longsor di arah Liunggunung.
Dalam sidak tersebut, Om Zein mendapati pengerjaan proyek oleh pihak pelaksana diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar keselamatan yang seharusnya.
Langkah tegas ini diambil guna memastikan proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Purwakarta benar-benar berkualitas, tahan lama, serta tidak membahayakan keselamatan warga masyarakat yang melintas.
Temuan Material Asal-asalan di Lapangan
Dalam peninjauannya di lokasi kejadian, Bupati Purwakarta menyoroti sejumlah pelanggaran teknis yang dinilai sangat berisiko memicu tanah longsor susulan.
Salah satu hal krusial yang menyita perhatiannya adalah penggunaan kain biasa untuk menahan pergerakan tanah.
Menurut Om Zein, penahan tanah seharusnya memakai terpal tebal berstandar material proyek penanggulangan bencana.
Penggunaan kain biasa dinilai sama sekali tidak efektif karena tanah akan dengan sangat mudah tergerus dan terkikis saat hujan deras turun.
Tak berhenti di situ, Om Zein juga menemukan struktur pengamanan tanah berupa susunan bambu yang dipasang setengah-setengah. Pemasangan barikade bambu tersebut tidak menutup seluruh area dinding tanah secara penuh.
Padahal, sesuai kaidah teknis penanganan lereng rentan longsor, pengamanan bambu harus dipasang secara full menyeluruh di sepanjang dinding tanah guna menopang beban lereng.
Imbau Pemasangan Bambu Bitung untuk Ketahanan Maksimal
Guna menjaga kestabilan kontur tanah agar tidak kembali amblas atau longsor di masa mendatang, Om Zein menegaskan agar pihak pemborong atau kontraktor mengoreksi kekeliruan tersebut. Ia meminta pelaksana proyek mengganti material kayu atau bambu biasa dengan bambu jenis Bitung.
Bambu Bitung dikenal memiliki serat yang sangat tebal, elastisitas tinggi, dan daya tahan yang jauh lebih kuat terhadap kelembapan tanah jika dibandingkan dengan jenis bambu lainnya.
“Pemasangan bambu penahan ini tidak boleh asal pasang atau hanya separuh. Harus full di sisi dinding dan memakai bambu Bitung agar konstruksinya benar-benar kokoh menahan tekanan tanah,” tegas Om Zein di lokasi.
Peringatan Keras untuk Pihak Kontraktor
Pernyataan tegas Bupati Purwakarta ini juga diunggah dan menjadi perbincangan hangat publik. Dikutip oleh Kesatu.co dari unggahan akun TikTok pribadi milik Om Zein, beliau menyampaikan pesan menohok agar seluruh pengembang dan kontraktor proyek di Purwakarta tidak main-main dalam mengerjakan fasilitas publik.
Om Zein meminta pelaksana proyek perbaikan jalan arah Liunggunung ini segera melakukan perbaikan total sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama sejak awal.
“Untuk meminimalisir kesalahan dan kekeliruan, Om Zein ingatkan agar kontraktor menggunakan bahan material dan volume yang sudah ditentukan dan disepakati dalam kontrak,” tulis keterangan dalam unggahan akun TikTok pribadinya.
Sidak marathon ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengawal setiap rupiah dana pembangunan daerah.
Masyarakat berharap tindakan tegas Om Zein ini membuat kontraktor segera membenahi pengerjaan jalan Liunggunung sehingga akses transportasi warga dapat kembali aman dan lancar tanpa bayang-bayang ancaman longsor susulan.***
