KESATU.CO – Tekanan hidup, persoalan di rumah tangga, pekerjaan, keluarga, dan lainnya menjadikan seseorang membutuhkan “tools” untuk bisa relaks dan kembali kepada posisit mental terbaiknya.
Ada yang melakukan healing dengan bepergian, bercengkrama dengan teman-teman, ada juga yang melakukan olah raga. Dan olah raga yang sekarang menjadi rujukan orang-orang, terutama kaum hawa yang ingin mengembalikan aspek mentalnya lebih fresh, maka yoga adalah jalan keluarnya.
Ini memang tidak semua orang menyukainya karena itu penyuka yoga terbatas di kalangan tertentu, tetapi manakala telah mencoba dan menjadikannya gaya hidup. Hasilnya, yoga menjadi kebutuhan untuk terus menjaga bugar diri.
Inilah yang ditawarkan oleh studio yoga dan kebugaran Samatva. Hadir, berlokasi di kota Bandung tidak jauh dari gerbang tol Pasteur membuat Samatva banyak peserta yang bergabung.
“Samatva itu berasal dari bahasa sansekerta dan pengartian secara umumnya adalah berada di posisi tengah/balance. Karena manusia itu memiliki tendensi dualitas, yakni lebih menyenangi kepada hal yang baik tetapi kurang menyukai bila berada pada posisi yang “menyengsarakan” dirinya,” ungkap Zhou CInk, trainer bersertifikat Yoga dari Bali ini, Sabtu (18/05/24).
“Kita lebih menyenangi yang suka dan menghindar dari sesuatu yang membuat duka. Kita attach melekat sama yang suka, padahal sesuatu yang bersifat suka dan duka itu merupakan keseimbangan,”jelasnya.
Zhou CInk menerangkan bahwa hal ini pula yang membuatnya termotivasi untuk ikut terlibat dalam pelatihan yoga bersama Inge Anugrah untuk individu berkebutuhan khusus dari House of Hope Bandung.
Ia pun menuturkan bahwa melalui Yoga, bisa membantu penguatan internal mental di dalam diri agar bisa menghadapi persoalan yang dihadapi.
Zhou Chink mengatakan bahwa individu berkebutuhan khusus tuh sering diabaikan karena mereka berbeda secara kemampuan dengan manusia normal tetapi jika potensi inner mereka dilatih, dibina, dioptimalkan, para individu berkebutuhan khusus tersebut bisa memunculkan potensi dirinya.
“DI kelas yoga tuh, kita terus dilatih untuk sadar pada tiga hal, yaitu fisik, nafas dan pikiran atau batin. Dan nantinya diharapkan pelatihan kesadaran itu akan terus dibawa kepada kehidupan nyatanya. Contoh, jika punya kebiasaan duduk bungkuk, maka seseorang tersebut akan sadar bahwa posisi duduknya tidak baik untuk dirinya. Dari kesadaran itulah, maka perbaikan diri lambat laun akan tercapai,” ulasnya.
“Awalnya sih perubahan fisik dahulu, lama kelamaan akan adanya perubahan dari sisi mental,” ungkap Zhou Chink.
Zhou Chink memaparkan bahwa manfaat yoga dengan melatih kesadaran diri akan bermanfaat jiga terus dilakukan berulang dan berulang. Sebab, pembiasaan pemahaman akan manfaat yoga terasa ketika dipraktikan juga kesadaran dalam kehidupan. Seperti, dulu bisa saja marah dahulu baru sadar, bahwa marahnya ternyata bisa menyakiti orang lain.
Sekarang, setelah berlatih rutin kesadaran di yoga, maka sebelum marah atau emosi memuncak, seperti ada gap atau pemisah sebelum terjadi.
Dan menurut Zhou Chink, individu berkebutuhan khusus itu biasanya ada yang berperilaku super aktif, mudah lepas emosi dan lainnya. Dengan melatih diri melalui yoga, mereka diajarkan untuk punya kesadaran diri lebih untuk mengontrol dirinya.***
