KESATU.CO – Pertengahan tahun 2024 ini memang bagi sebagian masyarakat yang berusaha, berbisnis atau berdagang terutama pelaku UMKM masih mengalami stagnan dalam pertumbuhan pendapatannya.
Hal ini ditandai dengan permintaan produk yang belum bagus, bahkan penjualan pun dirasa jalan di tempat.
Tentunya dengan kebutuhan yang harus dipenuhi, harus dicarikan solusinya. Setidaknya, mencari alternatif pendapatan yang bisa memenuhi kebutuhan di dalam rumah tangga.
Apalagi, di era sekarang, pendapatan seorang kepala rumah tangga harus diback-up agar perolehan income bisa setidaknya memenuhi apa yang dibutuhkan di rumah.
“Tujuan diadakannya pelatihan untuk pelaku UMKM ini untuk membantu mereka memperoleh pendapatan sampingan dengan cara yang sederhana dan mudah dikerjakan,” ujar Erna Rassa, mentor bisnis ayam goreng krispy menerangkan, Minggu (16/06/24)
“Tidak harus memikirkan biaya memulai usaha menjual ayam goreng/krispy dengan begitu lengkap.Bermodalkan beberapa ratus ribu rupiah, bisa memulai usaha ayam goreng ini,”tuturnya.
Erna merasa senang dengan antusias yang diperlihatkan oleh para peserta yang dominan diikuti oleh para ibu rumah tangga dan anak-anak muda.
Baca Juga: Ide Kado Untuk Cowok yang Murah Tapi Berkesan
ILmu yang ia bagikan serasa bermanfaat karena peserta yang hadir baru tahu bahwa memproduksi ayam goreng krispy tidak sesulit yang dibayangkan.
Bahkan, peserta ada yang baru pertama kali mengikuti kegiatan pelatihan ini dan merasa senang karena bisa langsung berpraktek lagi di rumah untuk memperoleh hasil seperti yang disampaikan dalam pelatihan.
Apalagi, dengan kehadiran para mentor lain seperti mentor pendamping usaha dari DinKop Kota Bandung, Dwiani Suprapti, juga konsultan legalitas usaha dan halal, Umi Neni serta mentor pendamping bisnis ayam krispy, Evi Rassa.
Dengan begitu banyaknya mentor yang membantu pelaku usaha membuat usaha yang nyaris tanpa gagal, tentunya sangat memotivasi pelaku usaha untuk mau belajar giat dan praktek di rumah agar bisa menguasai ilmu yang diberikan.
“Tepung yang digunakan yakni Aneri berikut bumbu marinasi yang telah diracik dan dibuat sedemikian rupa, sangat memudahkan proses membuat ayam krispy menjadi lezat dan nikmat,” seru Erna.
“Keilmuan membuat ayam krispy di sosial media, tentunya tanpa adanya pendampingan atau konsultasi tetapi bila ikut pelatihan di sini, banyak hal positif yang bisa didapat dan menguntungkan peserta,” terang Erna.
Ia pun bertutur bahwa peminat untuk pembuatan ayam krispy ini cukup banyak sehingga jadwal pelatihan per minggu sudah terjadwal.
“Usaha yang akan dijalankan tentunya harus diberikan inputan juga bahwa sebaiknya legalitas yang dijalankan harus dimiliki seperti kepemilikan NIB dan Halal itu penting dipunya untuk memudahkan usaha penjualan nantinya,” ulas Umi Neni menambahkan.
“Bahkan, program dari pemerintah perihal legalisasi halal di bulan Oktober yakni WHO harus segera terealisasi,” ungkap Dwiani SUprapti menjelaskan.
“Dengan memahami legalitas, adanya pembimbingan usaha, komunitas yang saling mendukung membuat dukungan usaha jadi lengkap. TInggal kesungguhan dan kemauan yang harus dikuatkan agar usaha yang diawali bisa jadi jalan sukses menggapai cuan,” pungkas Erna menutup pembicaraan.
