KESATU.CO – BANDUNG, Bahwa Indonesia termasuk pasar seksi bagi sektor otomotif dan turunannya adalah nyata.
Faktanya, geliat pasar otomotif berimbas pada kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), khususnya perusahaan pembiayaan.
Kini bisnis pembiayaan PT Astra International Tbk, yakni Astra Financial adalah buktinya.
Kepada media, dalam Media Workshop Astra Financial 2024, Rudy Chen, Director in Charge Astra Financial 2, mengungkapkan, selama kuartal I 2024, secara total, pihaknya menyalurkan pembiayaan otomotif, yakni sepeda motor dan mobil bernilai jumbo, Rp33,3 triliun.
Penyalurannya, sebut Rudy Chen, melalui tiga anak usaha PT Astra International Tbk, yaitu PT Federal International Finance (FIFGROUP), Astra Credit Company (ACC), dan Toyota Astra Finance (TAF).
Rudy Chen menjelaskan, total nilai pembiauaan otomotif selama kuartal perdana 2024 itu, secara tahunan, menggeliat 8,1 persen.
Geliat pembiayaan Astra Financial lainnya, lanjut Rudy Chen, juga pada alat berat. Melalui PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) dan Komatsu Astra Finance (KAF), bebernya, pihaknya menggelontorkan pembiayaan bernominal Rp3,3 triliun.
Baca Juga: Di Jabar-Banten, Varian Ini Tetap Jadi Produk Honda Terlaris: Brio Satya
“Nilai pembiayaan alat berat itu melejit 4,4 persen lebih baik daripada periode sama 2023,” ujarnya.
Pergerakan positif penyaluran pembiayaan otomotif dan alat berat itu, sahut Rudy Chen, menempatkan Astra Financial sebagai market leader.
Pasalnya, terang Rudy Chen, total nilai pembiayaan otomotif plus alat berat membuat jajarannya meraih 26 persen pangsa pasar.
Tidak hanya pembiayaan otomotif dan alat berat, Rudy Chen menambahkan, geliat positif juga terjadi pada lini bisnis asuransi umum. Nilai premi bruto kuartal I 2024 melalui Asuransi Astra, kata Rudy Chen, berada pada level Rp2,5 triliun.
Pencapaian positif asuransi itu, tuturnya, berkat terjadinya pengembangan tiga sektor, yakni asuransi kendaraan, kesehatan, dan komersial.
Bahkan, asuransi jiwa pun, tukasnya, selama triwulan perdana 2024, yaitu via Astra Life bergerak positif. Dasarnya, sahut Rudy Chen, yaitu posisi Gross Written Premium (GWP) alias Pendapatan Premi Bruto, yang nominalnya pun mewah, Rp1,64 triliun. (*)
