KESATU.CO – Graha Pos Indonesia, Bandung 19 Juli 2024 – Salah satu program Kementerian BUMN Republik Indonesia dalam pengembangan UMKM untuk mendorong perluasan pasar produk UMKM yaitu melalui berbagai omnichannel, di antaranya penyediaan Vending Machine dan
UMKM Corner (Galeri UMKM) pada seluruh BUMN.
Selaras dengan hal tersebut, Pos Indonesia pada hari ini meresmikan beroperasinya Vending Machine dan UMKM Corner PosIND yang menjual produk-produk UMKM.
Arya Sinulingga, selaku Staf Khusus III Menteri BUMN dan Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Indonesia secara bersama-sama melakukan pengguntingan pita. menandai peresmian.
Program ini sangat relevan dengan komitmen Pos Indonesia saat ini dalam Pengembangan
UMKM, khususnya dalam memberikan solusi untuk pengiriman produk UMKM, pembayaran pesanan online dan layanan COD (Cash On Delivery).
“Kehadiran Vending Machine dan UMKM Corner PosIND, pastinya semakin melengkapi komitmen tersebut. Dan hari ini, kita akan meresmikan satu lagi yang akan dijadikan showcase produk UMKM yang sudah menjadi pelanggan Pos Indonesia yang setia, yang sudah bekerja sama mengirimkan produknya via Pos,” ujar Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Jumat (19/07/2024).
“Produk-produk yang disajikan pada Vending Machine dan UMKM Corner PosIND merupakan produk-produk UMKM dengan berbagai jenis varian, yang terdiri dari: 66 produk fashion, 117 produk makanan/minuman kemasan, 108 craft dan berbagai aksesoris,”tuturnya.
Faizal menerangkan bahwa sebaran supplier binaan UMKM Corner PosIND berasal dari berbagai wilayah, antara lain: Bandung, Kab.Bandung, Kab.Bandung Barat, Cimahi, Kab.Sumedang, Purwakarta, Karawang, Bogor.
Baca Juga: Mau Tahu Berapa Banyak yang Piknik Gunakan Kereta Wisata Selama Semester 1? Jumlahnya Puluhan Ribu
Ia menuturkan bahwa terdapat lebih dari 90 supplier UMKM Binaan, melengkapi produk-produk pada Vending Machine dan UMKM Corner PosIND. Jumlah ini merupakan hasil seleksi dan kurasi lebih dari 200 UMKM yang mendaftar.
Kondisi ini menunjukkan antusiasme para pelaku UMKM yang haus terhadap keberadaan galeri-galeri UMKM. Terlebih jika galeri UMKM tersebut diselenggarakan oleh BUMN, tentunya akan sangat diminati dan dinantikan.
Hal yang membedakan Vending Machine dan UMKM Corner PosIND adalah integrasi sistem pembayaran transaksi pada Vending Machine dan UMKM Corner PosIND menggunakan QRIS POSPAY milik Pos Indonesia. Hal ini akan lebih memudahkan dalam pengawasan aspek keuangan ataupun jika terjadi kendala sistem transaksi. Selain itu, layanan POSAJA melengkapi sebagai solusi penjualan secara online melalui Cash On Delivery (COD).
“Tidak hanya itu saja, pengadaan UMKM Corner ini adalah salah satu dari bentuk atau fungsi dari UMKM Centre. Kami, Pos Indonesia saat ini sedang membangun platform untuk UMKM, kita sebut dengan UMKM Centre,” jelasnya.
“Juga, dalam rangka menciptakan Creating Shared Value (CSV) bagi perusahaan, Pos Indonesia telah memberikan edukasi “Layanan POSPAY & POSAJA, Sebagai Solusi Ekspansi Produk UMKM”, kepada para supplier binaan UMKM Corner Pos IND. Sehingga, terbuka potensi peluang bisnis baru bagi UMKM, diantaranya sebagai mitra Oranger Toko, Pospay Agen, Drop Point, Agenpos dan sebagainya,” ungkap Faizal.
“Kita senang karena di Bandung sudah ada Vending Machine yang dibuat untuk UMKM.Saya selalu akan menceritakan hal yang sama karena kita sering ketemu sama UMKM, Pak Erik, Menteri BUMN, beliau mengeluarkan program yang namanya Padi UMKM dimana program ini memberikan project-project untuk UMKM dibawah 9 milyar,” jelas Arya Sinulingga, menambahkan.
“Mulai dari ATK dan lain sebagainya, pemesanannya harus masuk lewat PADI UMKM tapi itu adalah B to B (Bussiness to Bussiness), sementara untuk pemesanan lewat B to C (Bussiness to Consumen) itu bisa didapat lewat marketplace yang banyak diketahui masyarakat,” tuturnya.
Arya menuturkan bahwa program ini telah berjalan bagus hingga terjadi transaksi triliunan tetapi pelaku UMKM itu tak berhenti mintanya kepada Menteri BUMN agar Menteri BUMN bisa mengarahkan karyawan BUMN beli produk UMKM.
Staff Khusus Menteri BUMN ini pun menginformasikan bahwa permintaan pelaku UMKM tersebut sangat sulit karena karyawan BUMN pun memiliki hak untuk membelanjakan uangnya sendiri.
“Tapi, akhirnya dicarikanlah sebuah cara bagaimana para karyawan BUMN bisa mengakses juga produk-produk UMKM. Maka, muncullah ide adanya Vending Machine ini,” ulas Arya.
“Keberadaan Vending Machine ini ada di kantor-kantor BUMN sehingga para karyawan pun bisa membeli produknya UMKM. Karena Vending Machine ini berlokasi di dekat lift, karyawan pun bisa membeli produk sebelum mereka naik lift,” seru Arya.
Staff Khusus Menteri BUMN ini pun sangat senang sekali dengan putusan Direktur PT Pos Indonesia yang meletakkan posisi Vending Machine tersebut di sebelah pintu masuk lift karyawan. Karena dengan penempatan tersebut, bilamana karyawan pulang di sore hari, ia bisa membeli produk UMKM di alat penyimpanan tersebut.
“Saya berharap dengan penempatan Vending Machine yang pas, produk UMKM akan cepat habis terjual, apalagi pelaku UMKM nya adalah binaan PT Pos Indonesia,” pungkas Arya menutup pembicaraan.
