KESATU.CO – Pempek Lembang Jaya, warisan kuliner Sumatera Selatan, menawarkan cita rasa yang unik berkat penggunaan ikan tenggiri segar dan sagu tani sebagai bahan utamanya.
Proses pembuatannya yang masih mengandalkan tangan-tangan terampil menghasilkan tekstur pempek yang kenyal namun lembut di mulut.
Kuah cuko yang terbuat dari campuran air asam jawa, gula merah, cabai, dan bawang putih memberikan sensasi pedas manis yang khas, menjadikannya teman santap yang sempurna.
Tak heran, karena nikmatnya kuliner pempek ini, banyak yang menyukai dan jadi penggemarnya.
Namun, apakah kuliner pempek hanya bisa didapatkan di Palembang saja? Ternyata, saat sekarang, pempek seperti menjadi bagian dari daerah kota besar manapun di Indonesia.
Kehadiran kuliner tersebut memang berasa pas di lidah orang-orang di propinsi lain.
Begitu juga dengan kehadiran pempek Palembang ini. Khususnya orang-orang Sumatera Selatan yang punya kerinduan mencicipi panganan enak satu ini, sekarang mereka bisa dapatkan di Kantin Lembang Jaya, jalan Lengkong Besar Bandung.
Kerinduan bisa segera teratasi dengan menikmati pempek Lembang Jaya ini. Rasa pempek yang enak,bumbu cuko yang pedas pas, jadikan pempek Lemah Abang kuliner incaran para penyuka kuliner di Bandung.
Apalagi, tidak hanya pempek saja yang tersedia, pindang patin, pindang tulang, brekes (pais) tersedia juga.
“Saya berikan nama kuliner pempek dengan Lembang Jaya agar orang-orang khususnya orang Lemah Abang Palembang bisa mengobati kerinduan mencicipi panganan khas Lemah Abang di sini ini,” ujar Ayu, pemilik kantin pempek, Jumat (26/07/24).
“Mengapa kuliner pempek disandingkan dengan pindang dan brekes? Karena, di Lembang Jaya itu, makanan-makanan pempek disandingkan dengan makanan khas yang saya sebutkan. Dan yang asli orang Lemah Abang akan tahu bahwa kuliner yang disajikan adalah makanan asli di sana.
Ayu menjelaskan walaupun ada yang mengaku bisa menyediakan pempek dan kuliner khas Lembang Jaya tetapi tidak semua orang bisa dan menguasai pembuatan kuliner pindang dan brekes ini.
Ia menuturkan bagi yang piawai membuat pindang patin, maka membuatnya dengan bahan dasar ikan baong, atau ikan gabus pasti bisa dimasaknya juga. Semua orang di Lemah Abang tahu kuliner ini tetapi tidak semua bisa membuatnya.
Karena itulah, Ayu yang baru membuka kantin pempek nya ini beberapa bulan tetapi sudah sedemikian yakin bahwa produk kuliner yang dibuat mendampingi pempek akan diserbu pembeli juga.
Bermula usaha di Jakarta sejak 2020 hingga akhirnya bulan Oktober 2023 berpindah ke Bandung tak menyurutkan Ayu untuk mengenalkan makanan khas daerahnya ini.
Apalagi, ada kemiripan tampilan dan rasa makanan yang ia hasilkan dengan makanan di Parahyangan ini.
Seperti brekes atau pepes, nama berbeda tetapi pola memasak tak jauh beda dan ini juga yang membuat warga Bandung menyukai makanan brekes ini.
“Selain pempek, pindang dan brekes, saya pun menyediakan es kacang merah bagi yang menginginkan minuman segar. Diminum siang-siang hari bikin segar di mulut. Tidak hanya itu, pada saat hari weekend, kami buka 24 jam sehingga yang malam ingin makanan enak bisa mampir ke sini,” pungkas Ayu menutup pembicaraan.
