KESATU.CO – BANDUNG, Perkembangan perbankan syariah memang belum seagresif konvensional. Meski demikian, perbankan syariah terus menunjukkan geliatnya. Seperti yang dicatat PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah).
Mengakhiri semester perdana 2024, PT BCA Syariah menunjukkan performa gemilang. Pada triwulan II 2024, anak usaha PT Bank Central Asia (BCA) Tbk itu meraup laba bersih Rp89,4 miliar.
“Angka itu lebih besar 20,9 persen daripada realisasi periode sama 2023” tandas Presiden Direktur PT BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, kepada media pada konferensi pers paparan kinerja keuangan semester I-2024 di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Yuli Melati Suryaningrum melanjutkan, ada faktor yang membuat pihaknya berhasil meraip laba jersih bernilai puluhan miliar itu.
Antara lain, sebutnya, berkat masifnya penyaluran pembiayaan. Dia mengungkapkan, hingga semester awal 2024, .pihaknya menyalurkan pembiayaan yang lebih hanyak 21 persen daripada periode sama 2023 atau bernilai Rp9,5 triliun.
“Pada akhir Juni 2023, nominal pembiayaan yang kami salurkan yakni Rp7,8 triliun,” tutur Yuli Melati Suryaningrum.
Selama semester perdana tahun ini, labjut dia, nilai penyaluran pembiayaan terbesar terdapat pada segmen komersial. Angkanya, sebut dia, Rp6.6 triliun atau berkontribusi 68,8 persen.
Kontributor terbesar berikutnya, sambung Yuli Melati Suryaningrum, yaitu segmen Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM), yaitu 19,5 persen atau bernilai Rp1,9 triliun.
Baca Juga: Puluhan Barista Adu Ketangkasan, Pj Wali Kota : Mendorong Kemajuan Ekonomi Kreatif
Sisanya, kata dia, yaitu segmen konsumer, yang mengalami perkembangan 91,1 persen secara tahunan.
Gacornya pembiayaan, beber Yuli Melati Suryaningrum, diimbanhi oleh primanya rasio Hal Non Performing Financing (NPF) gross. Hingga paruh perdana 2024, pihaknya mencatat posisi NPF yaitu pada level 1,36 persen.
Dia menyatakan, berkat penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan sehingga lebih berkualitas serta ditopang sistem manajerial aset dan keseimbangan liabilitas itu, pihaknya berhasil membukukan pergerakan positif perolehan laba bersih tersebut.
Selain itu, tambahnya, juga berkat terakselerasinya proses transformasi. Di antaranya, pengimplementasian teknologi digital.
Penerapan teknologi berbasis digital, ujarnya, tidak hanya menopang penyaluran pembiayaan, tetap juga turut menggeliatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Soal DPK, Yuli Melati Suryaningrum menambahkan, hingga Juni 2024, pihaknya berhasil memperbesar portofolio.
“Realisasi DPK hingga semester I 2024 mengalami pergerakan positif 11,9 persen secara tahunan atau menjadk Rp11,2 triliun,” sahutnya.
Hal ini, imbuhnya, membuat komposisi dama murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi 36,3 persen total DPK.
Tidak hanya pembiayaan dan DPK yang bergeliat, Yuli Melati Suryaningrum menuturkan, pihaknya pun sukses memperbesar nilai aset, yang secara tahunan, pada triwulan II 2024, bergairah 11,5 persen atau berada pada level Rp14,9 triliun.
Yuli menyampaikan bahwa penyaluran pembiayaan juga dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.
Bicara soal digitalisasi, Pranata, Direktur PT BCA Syariah, mengatakan, perkembangannya menggembirakan. Itu karena, terang dia, oenerapan teknologi digital mempermudah pembukaan rekening sehingga turut menggairahkan pertambahan jumlah nasabah.
“Pertumbuhannya (jumlah nasabah) sangat signifikan, yaitu 140,5 persen secara tahunan,” ucapnya.
Selain memoermudah pembukaan rekening, teknologi digital pun mengefisienkan dan mengefektifkan transaksi.
Terbukti, kata dia, transaksi mobile banking BCA Syariah.sebesar 67,8 persen total transaksi nasabah.
“Ada sebanyaj 6,5 juta transaksi mobile banking BCA Syariah pada Juni 2024 atau bertambah 62,7 persen secara tahunan,” tutupnya. (*)
