KESATU.CO – BANDUNG, Sepertinya, kondisi tifak baik baik dialami Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), khususnya sektor pembiayaan kendaraan atau leasing.
Informasinya, beberapa korporasi leasing menorehkan performa dan kinerja negatif pada selester perdana 2024. Satu di antaranya adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk.
Berdasarkan pelaporan keuangan PT BFI FInance Indonesia Tbk korporasidalam keterbukaan informasi, pada semester I 2024, laba yang diraup korporasi yang dulunya bernama PT Busan Finance Indonesia itu menyusut 19,16 persen secara tahunan atau menjadi Rp685 miliar. Padahal, pada periode saka 2023, PT BFI Finance Indonesia Tbk membukukan laba Rp848,3 miliar.
Dalam keterangannya, Sudjono, Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk, selain laba, revenue korporasi itu pun terkoreksi. Secara tahunan, pendapatan PT BFI Finance Indonesia Tbk, yang hingga semester I tahun ini memiliki aset bernilai Rp24,3 triliun, berkurang 2,84 persen secara tahunan atau menjadi Rp3,108 triliun.
Raupan dana itu tidak sebanding dengan biaya beban yang justru secara tahunan, bertambah 5,31 persen atau menjadi Rp2,26 triliun.
Sudjono meneruskan, dalam hal pengelolaan piutang pembiayaan, nominalnya berada pada level Rp22,4 triliun. Sektor produktif modal kerja tetap dominan, yakni 57,5 persen.
Pembiayaan kendaraan roda empat, tuturnya, tetap merupakan kontributor terakbat selama triwulan II 2024. Angka pembiaya, sebut dia, Rp6,1 triliun.
Meski meraup laba yang terkoreksi, Sudjono mengatakan, selama semester I 2024, pihaknya berhasil mengelola rasio Non-Performing Finance (NPF) bruto yaitu pada posisi 1,47 persen.
Baca Juga: Ternyata Ini Yang Bikin Pendidikan Barista LPT Panghegar DIminati Hingga Keluar Kota, Simak Yuk!
Dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan performa dan kinerja terkoreksi.
“Antara lain, bergulirnya Pemilu (Pemilihan Umum). Lalu, momen libur beberapa perayaan sejumlah hari-hari besar, termasuk perkembangan geopolitik,” dalihnya.
Korporasi pembiayaan lainnya yang mengalsmi kinerja negatif adalah PT Mandala Multifinance Tbk.
Mirip PT BFI Finance Indonesia Tbk, pada semester awal 2024, perolehan laba PT Mandala Multifinance Tbk.pun terkontraksi 11,6 persen secara tahunan atau menjadi Rp213,36 miliar.
Uniknya, selama periode itu, PT Mandala Multifinance Tbk berhasil membukukan revenue yang lebih besar 3,55 persen daripada periode sama 2023 atau bernilai Rp1,13 triliun.
Namun, revenue itu terkutas karena beban biaya korporasi tersebut justru bertambah 9,21 persen secara tahunan atau menjadi Rp866 miliar.
Kondisi yang sama dialami anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk yaitu, PT Adira Dinamika Multi Finance.
Laba korporasi pembiayaan tersebut pada semester I 2024 drop 6,5 persen secara tahunan atau berada pada posisi Rp765 miliar
Memang, pada enam bulan awal 2024,PT Adira Dinamika Multi Finance berhasil meraup revenue yang lebih banyak 10,68 persen daripada triwulan II 2023 atau bernilai sekitar Rp5 triliun.
Akan tetapi, biaya beban korporasi swasta tersebut bertambah 16,3 persen lebih besar daripada periode sama 2023 atau menjadi Rp4,04 triliun. (*)
