KESATUCO – Pimpinan Pondok Pesantren Al Fath KH Fajar Laksana mendorong pencak silat untuk terus menjaga dan memelihara pencak silat.
Apalagi, pencak silat telah ditetapkan sebagai warisan tak benda Indonesia.
“Ayo hidupkan kembali pencak silat lewat muatan lokal di sekolah-sekolah. Ini sebagai upaya untuk menjaga dan memelihara pencak silat,” ujarnya saat membuka Festival Pencak Silat Jurus Khas Sang Maung Bodas, Selasa,13 Agustus 2024.
Baca Juga: Narkoba Menjadi Masalah Dunia, Ini Solusi Penanganan di Kabupaten Sukabumi
Apalagi, pencak silat bukan hanya di lapangan. Namun dipelajari juga di kelas.
“Baik itu budaya, filosofis, serta sejarahnya,” ucapnya.
Maka dari itu, Ponpes Al-Fath mengadakan festival pencak silat jurus khas maung bodas berskala nasional.
Karena ada perwakilan perguruan pencak silat Sang Maung Bodas di 24 provinsi.
Baca Juga: OJK Ungkap Total Nilai Pembiayaan yang Digelontorkan Pinjol, Berapa ya Angkanya?
“Semua itu agar pencak silat diakui menjadi warisan budaya tak benda maka harus menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah secara nasional,” ungkapnya.
Ketua IPSI Kota Sukabumi Mohamad Muraz mengatakan, festival ini merupakan acara rutin yang dilaksanakan Ponpes Al-Fath.
Menurutnya, KH Fajar dengan telaten melakukan pembinaan sehingga eksis hingga hari ini dan mampu menorehkan prestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia pencak silat kita ingin warisan budaya tak benda ini dipertahankan. Warisan budaya itu adalah eksistensi sebuah bangsa yang akan menopang bangsa itu sendiri. Contohnya Barongsai, karate, kungfu, itu dipelihara oleh negaranya,”pungkasnya.
