KESATU.CO – BANDUNG, Bagi korporasi public service utamanya yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memanjakan konsumennya melalui beragam pelayanan prima merupakan keniscayaan.
Hal itu lun berlaku bagi korporasi BUMN sektor transportasi massal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Agar para penumpangnya lebih terlayani secara prima, PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung terus berinovasi. Bentuknya, aktivasi fasilitas terbaru yaitu Drinking Water.
“Ini adalah upaya pelayanan terbaru kami kepada apra penumpang,” kata Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung.
Mantan Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu meneruskan, pada tahap perdana, ada dua stasiun yang menjadi titik aktivasi Drinking Water. Yaitu, sebut dia, Stasiun Bandung dan Kiaracondong.
Ayep Hanapi melanjutkan, aktivasi Drinking Water itu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada para penumpangnya, trtapi juga upaya jajarannya menciptakan lingkungan yang lebih go green, termasuk daya dukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Baca Juga: OJK Ingin UMKM Lebih Bergairah, Ini Rencana Terbarunya: Siap Terbitkan POJK
Misalnya, tuturnya, mengurangi penggunaan botol plastik.
Tentunya, sebelum mengaktifkan fasilitas terbaru itu, ungkap Ayep Hanapi, bersama Coway International Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB), pihaknya menggelar serangkaian uji coba. Di antaranya, pengetesan kualitas air.
Berdasarkan uji coba Coway Water Quality Laboratory, kualitas air Drinking Water memenuhi keseluruhan parameter, yang berjumlah 20 item standar baku.
Selain itu, air oada Drinking Water pun, sahut Ayep Hanapi, juga bersertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Artinya, imbuh Ayep Hanapi, air pada Drinking Water sangat layak konsumsi. (*)
