KESATU.CO – BANDUNG, Berpredikat sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sangat berkepentingan untuk terus menggulirkan beragam program agar tercipta stabilitas dan ketahanan pangan.
Satu si antara beragam program itu, yakni penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Seperti apa perkembangannya?
Melansir beberapa sumber, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog, menyampaikan, menjelang berakhirnya periode Agustus 2024, volume penyaluran beras SPHP sekitar 1 juta ton.
Total volume penyaluran itu, jelas dia, berkat berbagai cara yang pihaknya lakukan. “Antara lain, bekerja sama dengan beberapa kalangan, seperti peritel moderen dan sejumlah mitra lainnya,” kata Bayu Krisnamurthi.
Berdasarkan penugasan, ungkap dia, tahun ini, pihaknya berkewajiban menyalurkan beras SPHP, yang berfungsi agar stok dan harga komoditas itu tetap stabil sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi, minimalnya sebanyak 1,2 juta ton.
Bicara soal Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bayu Krisnamurthi mengemukakan, hingga kini, volume pengelolaannya mencapai 1,35 juta ton.
Volume itu, lanjut dia, sangat berpotensi bertambah karena adanya sebanyak 400 ribu ton beras impor, yang segera tiba di tanah air.
Upaya stabilisasi pangan berikutnya, imbuh dia, yakni Program Bulog Siaga atau lebih beken dalam sebutan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Selama delapan bulan pertama tahun ini, tuturnya, pihaknya sangat aktif menggelar GPM . “Program GPM yang kami gulirkan selama Januari-20 Agustus 2024 melebihi 1.000 kali,” klaimnya. (*)
