KESATUCO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation (ISF) menyimulasikan bencana di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Bencana yang disimulasikan selama dua hari ini,ialah gempa bumi dan longsor.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito mengatakan, simulasi ini merupakan rangkaian dari program ketangguhan bencana masyarakat berbasis teknologi Internet.Dalam kegiatan tersebut, dirinya menggandeng semua pihak.
“Selama kegiatan kami menggandeng BPBD,forkopimcam, relawan SIBAT, serta unsur lainnya dari keterwakilan masyarakat,”ujarnya.
Baca Juga: Perkuat Pasar Elektrik, Ini Rencana Toyota di Indonesia: Tambah Varian Hybrid Berharga Terjangkau
Menurutnya, simulasi bencana ini sangat perlu dilaksanakan. Terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. Hal ini sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya bencana. Apalagi, potensi bencana yang saat ini lagi ramai gempa bumi megatrush.
“Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk menguji sejauhmana kesiapan semua unsur terutama dalam menguji SOP tanggap darurat bencana di level masyarakat desa,” ucapnya.
Sementara itu, Field Director Atma Connect Alfan Kasdar mengatakan, kegiatan ini dapat memberikan gambaran terkait hal-hal yang dilakukan ketika terjadi bencana.
Baca Juga: KAI Garasikan Baturaden Ekspres, Serayu Jadi Alternatifnya
Hal itu dari sisi koordinasi, peran hingga tupoksi masing-masing komponen di level desa pada saat terjadi bencana.Terutama bagaimana peran dan pendekatan teknologi internet ini dalam upaya mendukung proses manajemen bencana yang sangat penting.
“Dalam pelaksanaannya dilakukan melalui dua skenario kegiatan yang terdiri dari latihan meja atau gladi ruangan (TTX), serta drill gladi simulasi lapangan,” ungkapnya.
Kepala Desa Sukamaju Aas Suganda menambahkan, wilayahnya masuk kategori potensi risiko bencana tinggi. Hal itu diperparah dengan tidak adanya koneksi internet.
“Melalui kegiatan simulasi bencana ini, kita jadi mengetahui alur komunikasi dan koordinasi yang harus dilakukan pada saat terjadi tanggap darurat bencana. Namun kita semua berharap tidak terjadi bencana,” pungkasnya.
