KESATU.CO – BANDUNG, Berpredikat sebagai perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya, menorehkan performa dan kinerja gemilang adalah hal mutlak bagi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero).
Melalui beragam strategi yang tepat, perbankan Merah Putih ini terus menunjukkan geliat kinerjanya.
Dalam Public Expose Live 2024 secara virtual, Sunarso, Direktur Utama PT BRI Tbk (Persero), , mengungkapkan, hingga semester awal tahun ini, perbankan yang tergabung dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) ini semakin kaya raya setelah meraup laba super jumbo.
Sunarso menuturkan, hingga akhir Juni 2024 pihaknya meraup laba yang lebih banyak, 1 persen daripada periode sama tahun sebelumnya atau bernominal Rp29,89 triliun.
Pencapaian positif itu, ujarnya, berkat pergerakan positif lini-lini bisnisnya. Antara lain, kata dia, tetap fokus pada aset yang berkualitas dan penyempurnaan serta pemerkuatan sektor mikro.
Sunarso meneruskan, beberapa kini bisnis yang berkontribusi pada pencapaian positif itu di antaranya penyaluran kredit yang terus bertambah.
“Hingga Juni 2024, kredit yang kami salurkan bertambah 11,20 persen secara tahunan atau menjadi Rp1.336,78 triliun,” kata Sunarso.
Berkat adanya penyempurnaan dan pemerkuatan sektor mikro, hingga triwulan II 2024, pembiayaan bagi Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) tetap menjadi kontributor utama pembiayaan, yakni 81,96 persen atau setara dengan Rp1.095,64 triliun.
Hebatnya lagi, moncernya pembiayaan itu diimbangi perkembangan positif rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Baca Juga: OJK PROVINSI JAWA BARAT AJAK 10.000 MAHASISWA WASPADA KEJAHATAN KEUANGAN DIGITAL
Sunarso menyampaikan bahwa hingga Juni 2024, pihakya mencatat, posisi rasio NPL berada pada level 3,05 persen.
Selain memperbanyak penyaluran pembiayaan, pada semester perdana 2024 pun, tambah Sunarso, pihaknya mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga menggeliat 11,61 persen secara tahunan atau posisinya menjadi Rp1.389,66 triliun.
Pengelolaan Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah menjadi mayoritas. Persentasenya, sahut Sunarso, sebesar 63,17 persen total pengelolaan DPK.
Tidak hanya laba super jumbo, mewahnya penyaluran pembiayaan pun memperbanyak aset perbankan pelat merah tersebut.
Hingga enam bulan awal 2024, ucap Sunarso, pihaknya memiliki kekayaan berlimpah berupa aset bernilai hampir mencapai Rp2.000 triliun, tepatnya Rp1.977,37 triliun. (*)
