KESATU.CO – BANDUNG, Bergulirnya program ramah lingkungan secara global, yakni Net Zero Emission (NZE) membuat para industri tidak terkecuali sektor otomotif, beramai-ramai melakukan transformasi energi.
Terbukti, dua produsen otomotif raksasa berbeda negara, yaitu Toyota Motor Corporation dan BLE AG memperkokoh hubungan harmonisnya dalam hal pengembangan kendaraan go green.
Informasinya, Toyota Motor Corporation dan W AG sepakat untuk menggarap proyek pbuatan mobil berbahan bakar hidrogen.
Kabarnya, kedua industri otomotif jumbo itu segera mengawali agendanya yakni memproduksi BMW X5 Hydrogen.
Tentu saja, langkah BMW AG dan Toyota Motor Corporation itu out of the box dan sedikit berbeda dengan mayoritas produsen otomotif lainnya. Pasalnya, hingga kini masih banyak produsen otomotif yang fokus pada pengembangan Electric Vehicle (EV).
Sejatinya, kolaborasi antara Toyota Motor Corporation dan BMW AG terjalin lama, yaitu sejak 2012. Prediksinya, agar penggarapan proyek mobil hidrogen terealisasi, Toyota Motor Corporation dan BMW AG segera meneken kerja sama itu dalam beberapa waktu mendatang.
Konon, dalam kerja sama itu, kedua produsen otomotif itu punya peran berbeda. Toyota Motor Corporation menjadi supplier komponen vital bagi BMW AG. Misalnya, memasok tanki dan sistem sel sebagai sumber energinya.
Sedangkan BMW AG memanfaatkan teknologi EV dan sistem penggerak.
Baca Juga: Ribuan Warga Dapat Pengobatan Gratis dari Relawan Calon Bupati Purwakarta Om Zein
Dalam kerja sama itu pun, Toyota Motor Corporation dan BMW AG sepakat untuk mengembangkan infrastruktur pengisian daya dan pasokan hidrogen.
Tahun lalu, BMW AG memperkenalkan prototype mobil hidrogen, yakni BMWiX5. Sayangnya, proyek itu mengalami kendala akibat infrastruktur pendukungnya, seperti pengisian daya, yang masih minim.
Karena itulah, industri asal Jerman ini memperkuat kemitraannya dengan produsen otomotif Jepang berlogo The Triple Elips tersebut. (*)
