KESATU.CO – BANDUNG, Ketersediaan infrastruktur bisa menunjang beragam aktivitas, termasuk sebagai trigger perekonomian. Tidak heran, hingga kini, pemerintah getol dan gencar menggulirkan proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, termasuk Jabar.
Kini, Tatar Pasundan punya infrastruktur baru bernilai investasi Rp3,5 triliun. Lokasinya di Tasikmalaya. Yaitu Bendungan Leuwikeris.
Dalam laman resmi Kementrian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR), akhir Agustus 2024 merupakan momentum aktivasi Bendungan Leuwikeris. Hal itu terjadi setelah peresmiannya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, menjelaskan, Leuwikeris adalah bendungan ke 45 di antara 61 bendungan yang proses pembangunannya berlangsung pada periode 2015-2024.
“Bendungan ini (Leuwikeris) punya peran vital bagi sektor pertanian. Satu fungsinya, menambah volume penampungan air. Selain itu, juga memasok air baku irigasi pada lahan-lahan pertanian,” papar pejabat negara yang piawai bermusik ini.
Baca Juga: Garap Mobil Hidrogen, Toyota-BMW Semakin Mesra, Seperti Apa Produknya?
Fungsi lainnya, lanjut Basuki Hadimuljono, Leuwikeris juga sebagai fasilitas penyedia air baku sebanyak 845 liter/detik
Peran lainnya, kata dia, meminimalisir banjir yang berpotensi menggenangi areal seluas 1.911 hektare.
Harapannya, ucap Basuki Hadimuljono, bendungan ini bisa menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan pasokan air untuk areal persawahan yang luasnya melebihi 10 ribu hektare.
Basuki Hadimuljono menerangkan, Leuwikeris, yang pembangunannya berlangsung sejak 2016, berkapasitas 81 juta meter kubik.
Bendungan ini sanggup memasok air bagi areal seluas 243 hektare di beberapa daerah sekitar Tasikmalaya, yakni Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.
Tidak hanya penampungan air baku, Leuwikeris juga bisa berperan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Basuki Hadimuljono menyatakan, sebagai PLTA, Leuwikeris sanggup memproduksi energi listrik 20 Mega Watt (MW). (*)
