KESATU.CO – BANDUNG, Bertambahnya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan ketersediaan infrastuktur jalan bisa menjadi faktor penyebab terjadinya kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
Karena itu, berbagai upaya untuk mengatasi dan meminimalisir kepadatan dan kemacetan lalu lintas, berbagai program bergulir. Seperti di Kota Bandung.
Melansir bandung.go.id, sebagai upaya meminimalisir kepadatan dan kemacetan lalu lintas, informasinya, Kota Kembang segera memiliki flyover baru.
Lokasinya yaitu ruas jalan nasional, yakni Jalan Abdurrahman Saleh Kecamatan Cicendo dan Andir, tepatnya di ruas jalan nasional Abdurahman Saleh, Kota Bandung.
Kabarnya, proyek pembangunan jalan layang bernama Flyover Nurtanio yang berjarak tempuh 550 meter ini berbiaya investasi yang masif. Angkanya Rp59,99 miliar.
Berdasarkan perencanaan, posisi flyover Nurtanio berada di atas jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Infrastruktur ini membentang pada ruas Jalan Nurtanio- Abdurahman Saleh.
Baca Juga: Putusan Mengejutkan Toyota: Kurangi Volume Produksi EV, Apa Pemicunya?
Targetnya, proyek pembangunan infrastruktur yang bergulir sejak Agustus 2023 tersebut kelar pada akhir 2024.
Seperti apa perkembangannya?
Secara resmi pembangunan fisik jembatan layang atau Flyover ini sudah dimulai pengerjaan konstruksi.
Flyover Nurtanio memiliki panjang 550 meter yang membentang dari jalan Nurtanio hingga jalan Abdurahman Saleh, Kota Bandung, melintasi perlintasan kereta api yang berada di ruas jalan tersebut.
Pada akhir Agustus 2024, pengecoran pilar bagian selatan flyover itu masih berlangsung. Sedangkan seluruh pilar flyover bagian utara, proses pengecoran dan pembetonan tuntas. (*)
