KESATU.CO – Masyarakat di beberapa kota-kabupaten Jabar, pada 15 September 2024 pukul 16.54 WIB dikejutkan oleh adanya sebuah guncangan.
Ternyata, guncangan itu adalah gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) atau bermagnitudo 5,3. Informasinya, pusat gempa, pada 7,81 derajat Lintang Selatan (LS) DAN 106,5 derajat Bujur Timur (BT) , tepatnya 91 kilo meter selatan Kabupaten Sukabumi.
Tentu saja, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) bergerak cepat untuk menyikapi ada tidaknya efek gempa tersebut
“Kami bergerak cepat untuk mengecek kondisi seluruh fasilitas, termasuk jalur kereta. Alhamdulillah, fasilitas-fasilitas dan jalur kereta dalam kondisi aman,” tandas Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung
Baca Juga: Perjalanan Walahar Terganggu, Apa penyebabnya? Begini Keterangan KAI
Walau demikian, lanjut Ayep Hanapi, demi keselamatan dan keamanan perjalanan, sesaat setelah menerima informasi tentang terjadinya gempa itu, pihaknya memberlakukan pola Berhenti Luar Biasa (BLB)
Ayep Hanapi mengungkapkan, ada tujuh perjalanan kereta yang mengalami BLB seiring dengan terjadinya gempa di Kabupaten Sukabumi itu.
Yakni, sebutnya, Commuter Line Bandung Raya (KA PLB 345A), Commuter Line (KA PLB 376B), Kereta Feeder (KA PLB 7346), dan Kereta Feeder (KA PLB 7347).
“Kemudian, Argo Parahyangan KA PLB 40A, Kutojaya Selatan KA PLB 259, dan Siliwangi (KA 336),” urai Ayep Hanapi.
Penerapan BLB itu, jelas mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu, pihaknya berlakukan agar pengecekan seluruh fasilitas lancar sekaligus memastikan tidak adanya kerusakan jalur dan jembatan, khususnya di wilayah kerjanya.
Hasil pengecekan, yang tuntas pada pukul 17.42 WIB, menyatakan bahwa seluruh fasilitas dan infrastruktur aman. Berdasarkan hal itu, pihaknya mengumumkan bahwa seluruh perjalanan berlanjut karena kereta bisa melintasi jalur-jalur dan infrastruktur jembatan.
Hasil pengecekan lainnya, tambah Ayep Hanapi, pasca-gempa, seluruh stasiun pun tidak mengalami kerusakan. (*)
