KESATU.CO – BANDUNG, Menjaga kelestarian alam merupakan hal krusial. Hal itu bisa menjadi upaya mengantisipasi dan meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi, seperti longsor.
Tentunya bagi korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi massal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), upaya pelestarian alam termasuk program sosial.
“Misinya, selain menjaga ekosistem sebuah lingkungan, juga antisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi, semisal longsor,” tandas Takdir Santoso, Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Apalagi, lanjut dia, di wilayah kerjanya, banyak terdapat titik rawan bencana hidrometeorologi. Tentu ya, bencana-bencana hidrometeorologi bisa berdampak negatif pada perjalanan kereta.
Karenanya, sahut dia, agar ancaman bencana hidrometeorologi termininalisir, pihaknya menanam ribuan batang pohon pada beberapa titik lahan kritis.
Takdir Santoso mengungkapkan, hingga kini, secara total, pihaknya menanam 9.236 batang rumput akar wangi melalui penerapan metode bio engineering
Takdir Santoso menyatakan, saat ini, penanaman pohon melalui skema bio-engineering bergulir pada sejumlah titik lokasi, baik lereng perbukitan, areal jalur kereta, maupun jembatan.
Selain penanaman pohon, ujarnya, upaya pelestarian lingkungan berikutnya yakni normalisasi drainase dan membuang lumpur pada Ruang Milik Jalan (RuMiJa) jalur kereta. Aktivitas itu terangnya, untuk antisipasi banjir.
“Kami juga mensterilisasikan jalur, berupa pemotongan dahan pohon. Hal itu termasuk upaya kami mengantisipasi kemungkinan terjadinya pohon tumbang,” papar Takdir Santoso.
Jurus selanjutnya adalah menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada 14 titik. Yakni di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Padalarang, Cianjur, Cibeber, Rendeh, Purwakarta, dan Cibungur.
Tidak itu saja, imbuh Takdir Santoso, jajarannya juga mengerahkan petugas khusus yang memonitor dan mengawasi kondisi pada titik-titik rawan secara saksama selama 24 jam per hari.
Lalu, kawasan mana saja yang menjadi titik penanaman pohon? Ini susunannya
– Lereng Bukit Jalur Rel Kilo Meter (KM) 236+1/2 petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu
– Lereng Bukit jalur Rel KM 239+4/5 petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu
– Lereng Bukit Jalur Rel KM 243+6/7 petak jalan Cirahayu-Ciawi
– Lereng Jembatan 471 KM 135+485 petak jalan Cikadongdong-Rendeh
– Lereng Jembatan 526 KM 149+677 petak jalan Sasaksaat-Cilame
– Lereng Jembatan. 529 KM 150+213 petak jalan Sasaksaat-Cilame
– Lereng Jembatan 530 KM 150+576 petak jalan Sasaksaat-Cilame
– Lereng Jembatan 533 KM 151+257 petak jalan Sasaksaat-Cilame
– Lereng Jembatan 534 KM 151+578 petak jalan Sasaksaat-Cilame
– Lereng Jembatan No. 537 KM 152+035 petak jalan Cilame – Padalarang. (*)
