KESATU.CO, PURWAKARTA — Sebuah momen langka penuh keceriaan dan keakraban mempertemukan para pemimpin daerah di Jawa Barat.
Dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), rombongan yang terdiri dari Bupati Purwakarta Om Zein, Bupati Cianjur dr. Wahyu, Walikota Depok Supian Suri, hingga Bupati Subang Kang Rey, menggelar kegiatan touring bersama menuju Yogyakarta.
Bukan sekadar perjalanan biasa, agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh KDM ini mendadak viral setelah rombongan melakukan aksi “kondangan dadakan” di kawasan Kabupaten Sumedang.
Suasana hangat, penuh tawa, dan kekompakan antarpemimpin ini terekam jelas dalam tayangan video di kanal YouTube resmi Kang Dedi Mulyadi.
Heboh Kondangan Dadakan, Sahibulhajat Kebanjiran Saweran
Saat melintasi jalur Sumedang, KDM beserta rombongan para kepala daerah tiba-tiba memutuskan untuk menepi dan menghadiri sebuah pesta pernikahan warga setempat.
Kehadiran mendadak orang-orang nomor satu di berbagai daerah Jawa Barat ini sontak membuat pemilik acara (sahibulhajat) dan para tamu undangan terkejut sekaligus bahagia.
Suasana resepsi yang awalnya formal langsung berubah menjadi sangat meriah. KDM dan para kepala daerah tanpa canggung langsung berbaur dengan warga, mengantre makanan di meja prasmanan, dan menikmati hidangan layaknya tamu undangan biasa.
Keseruan memuncak saat rombongan mulai memberikan saweran kepada pemilik acara dan pengisi hiburan, membuat suasana hajatan tersebut bertabur rezeki dadakan.
Om Zein Bertemu Dua Janda, Siap Bantu Renovasi Rumah
Di tengah kemeriahan pesta pernikahan tersebut, ada momen sosial yang menyentuh hati. Bupati Purwakarta, Om Zein, dipertemukan dengan dua orang wanita berstatus janda yang kebetulan hadir di lokasi.
Karena Sehari Sebelumnya, KDM Telah Memberikan Sanksi Sosial kepada Om Zein, Harus Merenovasi atau Membangun 10 Rumah Janda Berikut, Membiayai Kebutuhan Sekolah Anaknya.
Mendengar kisah hidup dan kondisi tempat tinggal mereka, jiwa sosial para pemimpin ini langsung terketuk. Dalam perbincangan yang santai namun solutif, Om Zein berkomitmen untuk memberikan bantuan berupa renovasi rumah bagi kedua wanita tersebut.
Aksi spontan ini mendapat apresiasi luar biasa dari warga yang hadir, membuktikan bahwa perjalanan *touring* ini tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Spill Tipis-Tipis KDM: Om Zein Resmi ‘Insaf’ dari “Lalaki Langit Lalanang Bejad”
Selain aksi sosial, momen yang paling mencuri perhatian publik adalah aksi saling goda atau spill antara KDM dan Om Zein.
Mengingat peristiwa sebelumnya, Om Zein sempat menjadi sorotan publik dan menuai gelombang kritik akibat lagu beserta lirik ciptaannya yang berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejad”.
Di sela-sela obrolan santai saat makan prasmanan, KDM dengan gaya humorisnya yang khas langsung menyentil Bupati Purwakarta tersebut terkait lagu kontroversialnya.
“Kalau kamu sudah bosen gonta-ganti istri (perempuan), sudah insaf dari “Lalaki Langit Lalanang Bejad”, sekarang jadi laki-laki bertakwa,” seloroh KDM sambil tersenyum.
Mendengar celetukan sang Gubernur, Om Zein tidak mengelak. Ia justru menyambutnya dengan tawa dan memberikan klarifikasi bahwa dirinya kini telah berubah.
“Mengganti “Lalaki Langit Lalanang Bejad”,” sahut Om Zein.
“Sekarang menjadi laki-laki bertakwa,” timpal KDM mempertegas dalam videonya.
Om Zein pun menambahkan dengan nada mantap, “Sudah bosen, sekarang saya insaf. Pengganti ‘Lalanang Bejad’ menjadi bertakwa.”
Momen saling goda ini menunjukkan betapa cairnya hubungan dan kekompakan antara KDM sebagai pemimpin Jawa Barat dengan para kepala daerah di bawahnya. Kritik publik yang sempat memanas beberapa waktu lalu berhasil diredam dengan kedewasaan sikap dan humor yang mencerahkan.
Simbol Kekompakan Pemimpin Masa Depan Jawa Barat
Perjalanan touring silaturahmi ini memberikan pesan kuat kepada masyarakat mengenai pentingnya harmoni dan sinergi antar-pemimpin daerah.
Kehadiran dr. Wahyu (Bupati Cianjur), Supian Suri (Walikota Depok), dan Kang Rey (Bupati Subang) dalam satu rombongan menunjukkan bahwa koordinasi antar-wilayah di Jawa Barat dapat dibangun melalui pendekatan yang informal dan humanis.
Dengan gaya kepemimpinan KDM yang merakyat, perjalanan menuju Yogyakarta ini menjadi bukti bahwa politik dan pemerintahan tidak selamanya kaku.
Di balik kebijakan-kebijakan publik yang mereka telurkan, para kepala daerah ini tetaplah manusia biasa yang bisa tertawa bersama, berbaur dengan warga di tenda hajatan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Aksi seru, kocak, sekaligus inspiratif dari rombongan touring para kepala daerah ini bisa disaksikan selengkapnya melalui tayangan video di Channel Youtube “Kang Dedi Mulyadi”.**
