KESATU.CO – BANDUNG, Seiring dengan adanya agenda Net Zero Emission (NZE) yang targetnya tercapai pada 2060, pemerintah menggulirkan beragam program. Di antaranya pembentukan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.
Tentunya, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) sangat berkepentingan untuk terlibat dalam terbentuknya ekosistem kendaraan listrik.
Satu bentuk dukungan nyata PT PLN (Persero) dalam mengakselerasi pembentukan ekosistem kendaraan listrik yakni mengaktifkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Kami mengawalinya aktivasi SPKLU di dua titik, yakni Kantor PT PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Bandung Jalan Soekarno-Hatta Bandung dan kawasan Gedung Sate Jalan Dipenogoro pada 2019,” tandas Susiana Mutia, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar.
Setelah melalui berbagai proses, lanjut Susi, sapaan akrab wanita berjilbab tersebut, jumlah SPKLU di wilayah kerjanya terus bertambah.
Baca Juga: Nilai Deposit Perjudian Online Bikin Bengong, Angkanya Rp34 Triliun! Kaum Adam yang Paling Banyak
Posisi pada September 2024, ungkap Susiana Mutia, pihaknya mengaktifkan 253 SPKLU di banyak lokasi.
Bertambahnya SPKLU di Jabar, lanjut Susiana Mutia, menunjukkan bahwa pihaknya sangat serius mengakselerasi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik, khususnya di Tatar Pasundan.
Dia berpendapat, seiring bertambahnya SPKLU, animo publik terhadap kendaraan listrik pun terus bertambah. Indikatornya, kata Susiana Mutia, yakni semakin banyaknya transaksi pengisian daya kendaraan listrik.
Dia mengungkapkan, dua tahun silam yakni 2022, pihaknya mencatat, transaksi pengisian daya pada SPKLU di wilayah kerjanya sebanyak 2.633 transaksi.
Tahun berikutnya, sahut Susiana Mutia, pertambahan pengisian daya pada SPKLU bertambah sangat signifikan, yakni menjadi 30.361 transaksi.
“Posisi September 2024, semakin banyak, yaitu 62.483 transaksi. Jadi secara kumulatif, dalam tiga tahun terakhir, terjadi sebanyak 95.477 transaksi pengisian daya,” urai Susiana Mutia.
Soal volume penjualan listrik berkenaan dengan pengisian daya pada SPKLU, Susiana Mutia menambahkan, sejak 2019, angkanya mencapai 1.894.922 Kilo Watt-hour (KWh)
Susiana Mutia menegaskan, demi terakselerasinya pembentukan ekosistem kendaraan listrik, pihaknya berkomitmen untuk menambah fasilitas SPKLU di banyak kota-kabupaten bumi Parahyangan (*)
