KESATU.CO – BANDUNG, Keamanan dan kenyamanan perjalanan merupakan misi utama yang senantiasa diusung PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) beserta seluruh anak usahanya, termasuk PT KAI Logistik.
Apa buktinya?
Agar pendistribusian barang aman, PT KAI Logistik menerapkan sebuah sistem pelacakan yang akurat.
“Sistem pelacakan logistik berbasis teknologi, yaitu Radio Frequency Identification (RFID),” tandas Fredi Firmansyah, Direktur Utama PT KAI Logistik, dalam keterangannya.
Fredi Firmansyah melanjutkan, untuk mempermudah pelacakan pendistribusian logistik, teknologi RFID terpasang pada kontainer.
Selain itu, ujarnya, teknologi RFID juga untuk mempermudah tracking dan pengidentifikasian container karena sistem pencatatannya bersifat automatic, saat logistik keluar-masuk terminal.
Baca Juga: Mana yang Lebih Perkasa, Hyundai atau BYD? Begini Catatan Gaikindo
Pengimplementasian sistem RFID itu, lanjut dia, juga upaya optimalisasi Supply Chain Management (SCM) sekaligus penerapan pola operasional yang lebih efektif dan efisien.
Fredi Firmansyah meneruskan, tahap awal penerapan RFID, pihaknya memasangkannya apda kontainer. Lalu, kata dia, mengaktifkan RFID Reader pada Entrance Gate Terminal Lagoa Jakarta.
Fase berikutnya, ungkap dia, pihaknya mengimplementasikan teknologi itu pada terminal yang dikelola PT Jakarta International Container Terminal. (JICT).
Kemudian, tuturnya, Tanjung Priok dan beberapa terminal lainnya di wilayah Jawa-Sumatera
Agar implementasi RFID optimal, Fredi Firmansyah mencetuskan, akhir 2024, pihaknya mencanangkan pemasangan RFID pada sekitar 2.300 kontainer di wilayah Jawa-Sumatera.
“Di wilayah Jawa, pemasangan RFID pada 836 kontainer. Sedangkan di wilayah Sumatera sekitar 1.500 kontainer,” sahutnya.
Khusus Sumatera, penerapan RFID mencakup angkutan batu bara. Karenanya, tambah Fredi Firmansyah, di Sumatera, agar data akurat dan real time, implementasi RFID dilengkapi dashboard monitoring.
Singkatnya, tegas Fredi Firmansyah, pengimplementasian RFID adalah upaya jajarannya untuk melayani dan memenuhi kebutuhan angkutan barang serta logistik secara lebih prima. (*)
