KESATU.CO – BANDUNG, Ketersediaan beras, merupakan hal krusial dalam terciptanya stabilitas pangan di berbagai daerah, khususnya Jabar.
Saidi Aldryn, Pemimpin Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar, mengemukakan, selama 2024, pihaknya terus menyerap beras petani.
“Hasilnya, stok beras di Jabar, InsyaaAllah aman. Saat ini, volume ketersediaan beras sebanyak 130.736 ton,” tandas Saidi Aldryn.
Dia mengatakan, ratusan ribu ton beras itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk implementasi sejumlah program pangan.
Misalnya, sebut dia, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Sosial Pangan, serta Gerakan Pangan Murah (GPM), yang terus bergulir.
Soal SPHP, Saidi Aldryn menjelaskan, selama 2024, pihaknya mendistribusikan sebanyak 85.352 ton. Titik-titik pendistribusian dan penyalurannya tidak hanya para pedagang pasar tradisional.
“Kami pun mendistribusikan beras SPHP, yang harga jualnya Rp12.500 per kilo gram pada pasar-pasar moderen atu peritel,” kata Saidi Aldryn.
Baca Juga: Agen BRILink, Bukti Nyata BRI Wujudkan Pemerataan Ekonomi Inkusif
Sedangkan pada program Bantuan Sosial Pangan Beras, lanjut dia, pihaknya menyalurkan sebanyak 44.456 ton kepada 4,4 juta penerima. Dalam program ini, tuturnya, setiap penerima berhak memperoleh bantuan beras 10 kilo gram.
Begitu pula dengan agenda GPM. Hingga kini, kata Saidi Aldryn, program itu terus bergulir. Pada program GPM, tukasnya, selain beras, yang terdiri atas beras SPHP dan premium, pihaknya pun memasarkan beberapa komoditas.
“Antara lain minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan lainnya. Harapannya, seluruh program, baik SPHP, Bantuan Sosial Pangan Beras, maupun GPM memperkuat stabilitas pangan, tidak hanya stok, tetapi juga harga,” tutup Saidi Aldryn. (*)
