KESATU.CO – BANDUNG, Bukan rahasia lagi bahwa korporasi-korporasi si Indonesia, khususnya, yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki beragam agenda sosial yang terkemas dalam Corporate Social Responsibility (CSR) atau kini beristirahat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Satu di antara korporasi-korporasi Merah Putih yang getol menggulirkan agenda TJSL yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Terbukti, di Tatar Pasundan, melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, misi sosial PT PLN (Persero) dalam program TJSL terus bergulir.
“Agenda ini, kami ingin turut aktif melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui bantuan infrastruktur terintegrasi bagi masyarakat Kampung Adat Desa Kuta Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis,” tandas Susiana Mutia, General Manager PT PLN (Persero) UID Jabar.
Susi, sapaan akrab wanita berjilbab ini, meneruskan, pemberian bantuan infrastruktur terintegrasi itu mencakup pemasangan baru daya listrik dan penambahan daya listrik secara gratis bagi belasan pelanggan masyarakat Kampung Adat Desa Kuta.
Baca Juga: Gacornya Toyota, Tidak hanya Nasional, Pasar Ekspor pun Dominan
Lalu, ujarnya, perbaikan Instalasi pada 79 unit rumah adat. Kemudian, lanjut Susi, pemberian peralatan untuk membuat Gula Semut
“Termasuk pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro-Kecil-Menengah) dan,Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan,” sambung Susiana Mutia.
Dia berpend, bergulirnya program TJSL bagi masyarakat Kampung Adat Desa Kuta ini membuktikan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk terus berkontribusi sehingga bermanfaat dan berdampak positif secara long term, tidak hanya perekonomian, tetapi juga sisi sosial dan lingkungan.
Sebagai contoh, sebut Susiana Mutia, aktifnya listrik di Kampung Adat Desa Kuta itu, masyarakat Kampung Adat Desa Kuta bisa lebih produktif dan beraktivitas. Misalnya, dalam hal produksi gula semut
Tentunya, kata Susiana Mutia, hal itu bisa memperkuat daya saing dan nilai tambah para pelaku UMKM Kampung Adat tersebut.
Contoh berikut, tambah Susiana Mutia, wawasan masyarakat Kampung Adat Desa Kuta tentang keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan semakin bertambah.
Hal itu, kata Susiana Mutia, pun penting karena bisa meminimalisir terjadinya kebakaran akibat hubungan arus pendek.(*)
