KESATU.CO – BANDUNG, Adanya agenda lingkungan di berbagai negara, yakni emosi rendah karbon atau Net Zero Emissions (NZE) menjadi dasar pemerintah untuk menggulirkan berbagai program sejenis.
Tentunya, agar program NZE di Indonesia yang targetnya tercapai 2060 lebih terakselerasi, korporasi-korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beramai-ramai melakukan upaya- upaya konkret. Seperti yang selama ini gencar dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Demi terakselerasi dan tercapainya NZE 2060, PT PLN (Persero), secara aktif menyusun dan mengimplementasikan rencana-rencananya melalui sejumlah cara.
Terbaru, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar membangun kawasan wisata ramah lingkungan atau Eco Tourism. Green Canyon Pangandaran menjadi lokasinya.
Susiana Mutia, General Manager PT PLN (Persero) UID Jabar, mengemukakan, ada sejumlah aktivitas yang jajarannya lakukan berkenaan dengan pembentukan Eco tourism di Pangandaran.
“Antara lain, transisi energi semisal konversi engine 12 unit perahu, yang semula mengandalkan BBM (Bahan Bakar Minyak) menjadi listrik,” tandas Susi, sapaan akrab wanita berhijab ini.
Bentuk transisi energi lainnya, lanjut Susi, yakni konversi kompor listrik bagi para pelaku Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM).
Lalu, lanjut Susiana Mutia, pihaknya pun memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Green Canyon.
Selain itu, sambung dia, pihaknya pun mengaktifkan Stasiun Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) & Battery Pack untuk Electric Boat atau Perahu Listrik. Juga, sahutnya, aktivasi Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Susiana Mutia menyatakan, Eco Green Tourism Green Canyon ini punya peran krusial. Tidak hanya penopang bergeliatnya kepaariwisataan di Jabar, khususnya Kabupaten Pangandaran, tetapi juga turut terbentuknya ekosistem yang lebih go green dan bersifat sustainable.
Dia menjelaskan, pembentukan dan pembangunan Eco Tourism termasuk upaya transformasi energi agar agenda NZE yang targetnya terealisasi pada 2060 lebih terakselerasi.
Di ujung selatan Jabar, yang dulunya termasuk wilayah Kabupaten Ciamis tersebut, ujar Susiana Mutia, pihaknya juga punya program pemberdayaan masyarakat.
Bentuknya, tutur dia, edukasi implementasi electrifying lifestyle kepada para pelaku UMKM di sekitar Green Canyon Pangandaran.
Tidak itu saja, ucap Susi, pihaknya pun membina para pengelola dan juru mudi perahu sat memandu para wisatawan.
” Kami oun menyalurkan bantuan lainnya berupa pelampung sebagai saya dukung faktor keselamatan saat berwisata di Green Canyon,” papar Susiana Mutia
Susiana Mutia membeberkan, agar Green Canyon Pangandaran benar-benar berpredikat Eco Tourism, pihaknya berencana untuk turut mengembangkan paket-paket wisata,melalui penyediaan kendaraan berbasis listrik.
“Selain itu, program konversi listrik pada perahu pun tetap kami gulirkan,” cetus dia.
Benny Bachtiar, Pejabat (Pj) Bupati Pangandaran, mengapresiasi pembentukan Eco Tourism Green Canyon. Pihaknya, tutur Benny Bachtiar, optimistis pembentukan Eco Tourism bisa membuat Pangandaran lebih berdaya saing. (*)
