KESATU.CO – BANDUNG, Adanya penilaian bahwa PT Bank Central Asia (BCA) Tbk merupakan korporasi terjumbo di tanah air, bukan isapan jempol.
Terbukti, PT BCA Tbk terus meraup pundi-pundi cuan. Itu karena dalam beberapa tahun terakhir, perolehan laba bersih perbankan swasta nasional itu terus bertambah.
Dalam pemaparan kinerja keuangan triwulan III, Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT BCA Tbk, mengungkapkan, pada periode triwulan III tahun ini, pihaknya membukukan laba bersih yang secara tahunan, bertambah 12,8 persen atau menjadi Rp41,1 triliun.
Jahja Setiaatmadja meneruskan, periode sama 2023, nominal laba bersih yang pihaknya bukukan bernilai Rp36,4 triliun.
“Angka itu (laba bersih triwulan III 2023) 25,8 persen melebihi pencapaian triwulan III 2022,” tandas Jahja Setiaatmadja.
Selain akbarnya nominal laba bersih selama Januari-September 2024 itu, lanjut Jahja Setiaatmadja, catatan impresif lainnya yakni penyaluran pembiayaan atau kredit.
Dia menginformasikan, hingga akhir September 2024, pihaknya menyalurkan pembiayaan bernilai Rp877 triliun, atau menggeliat 14,5 persen secara tahunan.
Moncernya penyaluran kredit itu, ungkap dia, berkat pengimplementasian strategi yang tepat. Antara lain, sebutnya, memperluas penyaluran pembiayaan secara lebih berkualitas.
Antara lain, tukasnya, bergairahnya penyaluran kredit korporasi yang melejit 15,9 persen secara tahunan sehingga posisinya menjadi Rp395,9 triliun.
Lalu, tambahnya, pembiayaan sektor Usaha Kecil-Menengah (UKM) pun berkonstribusi positif karena bergerak positif 14,2 persen secara tahunan atau menjadi Rp120,1 triliun.
Begitu pula dengan kredit konsumer. Hingga bulan kesembilan tahun ini, ujar Jahja Setiaatmadja, dana bernilai Rp216, 5 triliun yang pihaknya salurkan merupakan kredit konsumer.
“Angka itu lebih banyak 13,1 persen daripada periode sama tahun sebelumnya,” ucap Jahja Setiaatmadja.
Baca Juga: Klaster Mitra Bery, Kisah Sukses Petani Stroberi yang Didukung BRI
Penopang geliat kredit konsumer, jelas dia, yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Nominal penyaluran KPR dan KKB hingga September 2024, sebut dia, masing-masing Rp130,4 triliun atau melewati 10,7 persen secara tahunan, serta Rp64,1 triliun, lebih banyak 17,9 persen daripada triwulan III 2023.
Jurus lainnya, sahut dia, memperbanyak transaksi. “Termasuk menambah volume pendanaan,” tuturnya.
Lebih mantap lagi, beberapa dia, penyaluran kredit yang moncer itu diimbangi perkembangan positif rasio pembiayaan.
Hingga September 2024, posisi rasio Loan at Risk (LAR) yakni 6,1 persen, lebih baik daripada Spt 2023, yaitu 7,9 persen.
“Sedangkan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada pada level yang sehat, yakni 2,1 persen,” imbuh Jahja Setiaatmadja.
Bagaimana dengan pendanaan?
The Big Bos PT BCA Tbk ini menuturkan, hingga September 2024, nilai pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) berada level yang super jumbo, yakni Rp1.125 triliun.
Nilai itu, pungkasnya, lebih banyak 3,4 persen daripada pengelolaan DPK hingga September 2023. (*)
