KESATU.CO – BANDUNG, Terjadinya beragam dinamika global berpengaruh pada berbagai sektor industri di Indonesia, termasuk otomotif.
Beberapa waktu silam, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi proyeksi penjualan mobil baru karena lesunya pasar, menjadi 850 ribu.
Berbanding terbalik dengan sepeda motor. Pasar kendaraan bermotor roda dua ini justru lebih bergairah.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), selama sembilan bulan perdana tahun ini atau periode Januari-September 2024, sebanyak 4,87 unit sepeda motor berbagai brand dan varian habis terjual.
Baca Juga: Bank Mandiri Untung Besar, Raup Laba Puluhan Triliun Rupiah, Sektor Strategis Jadi Fokus Pembiayaan
“Volume penjualan itu bertambah 3,19 persen sexara tahunan,” tandas Ketua Umum AISI, Johannes Loman, kepada media pada pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024.
Melihat gelagat positif itu, Johannes Loman memprediksi, hingga akhir Desember 2024, volume penjualan sepeda motor bisa sebanyak 6,4 juta-6,5 juta unit.
Saking optimistisnya, Johannes Loman menyatakan, geliat pasar sepeda motor berlanjut pada 2025. Prediksinya, sahut dia, penjualan sepeda motor pada tahun depan mencapai 6,4 juta-6,7 juta unit.
Dasar keyakinannya itu, jelas dia, mengacu pada perkembangan positif kinerja penjualan sepeda motor pada beberapa tahun terakhir.
Terlebih, sambung dia para Agen Pemegang Merek (APM) pun cukup aktif dan getol merilis model-model terbarunya sehingga menjadi daya pikat bagi konsumen. (*)
