KESATUCO – Pj Sekda Kota Sukabumi M.Hasan Asari mengatakan, daerahnya memiliki berbagai langkah untuk menangani stunting. Hal itu dilakukan dengan cara intervensi sensitif dan spesifik.
“Untuk sensitif berupa pelaksanaan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT), sarana air bersih (SAB) di lima lokasi (40 KK), peningkatan mutu kualiras vaksin dengan vaccine refrigerator, penyuluhan dan pelayanan KB dan integrasi layanan primer serta penyusunan SOP tatalaksana balita dengan masalah gizi tumbuh dan kembang,” ujarnya saat menerima kunjungan tim SSGI ke Balai Kota Sukabumi, Jumat, 1 November 2024.
Berkaitan kegiatan sensitif yakni koordinasi dan kolaborasi, jaminan kesehatan masyarakat, bantuan sosial, dan pelayanan KB pasca persalinan, serta peningkatan kapasitas tim pendamping keluarga untuk pendampingan keluarga beresiko stunting.
Baca Juga: Bahas Stunting, Pj Sekda Beberkan Sejumlah Data
“Aksi percepatan stunting terus kita lakukan. Lokus stunting di Kota Sukabumi pada 2023 enam kelurahan, 2024 12 kelurahan dan 2025 15 kelurahan,” ucapnya.
Sementara cara spesifik, menurutnya dengan pemeriksaan tumbuh kembang dan kondisi kesehatan balita yang jadi sasaran dan lain lain.
Hal itu dimulai dari peningkatan skrining kesehatan dan anemia remaja putri, pemberian PMT berbahan lokal bagi balita gizi kurang, ibu hamil KEK, pemantauan tumbuh kembang dan tata laksana balita gizi buruk.
“Termasuk pemeriksaan kehamilan, dan konsumsi TTD remaja putri, ibu hamil, dan calon pengantin,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, Pemkot Sukabumi pun meluncurkan beberapa inovasi. Salah satunya Siapdate (sistem aplikasi data stunting terintegrasi). Aplikasi ini merupakan hasil intrgrasi e-ppgm, pendataan keluarga dan Sister
“Aplikasi ini berupa pencatatan bantuan bagi balita dan keluarga beresiko stunting,” bebernya.
Baca Juga: Bawaslu Pastikan Pengiriman Surat Suara Aman
Beberapa inovasi lainnya adalah Pasti Penting (pangan lokal sehat bergizi tinggi untik pencegahan new stunting), Move on Gaess, inovasi cegah stunting dari hulu dengan sasaran remaja sekolah SLTP dan SMA.
“Terakhir, Mentari Berdasi, aplikasi bekerjsama dengan Indosat untuk memudahkan TPK dalam pencatatan dan pelaporan pendampingan,” pungkasnnya.
