KESATU.CO – BANDUNG, – Ketersediaan pasilan dan pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat merupakan hal yang sangat krusial. Karenanya, korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum) Bulog, terus melakukan beragam cara demi terciptanya stabilitas dan ketahanan pangan.
Satu caranya, terus menyerap beras dan gabah dan gabahkering para petani. Bagaimana perkembangannya?
Melansir bulog.co.id, korporasi pangan Merah Putih itu tiada hentinya melakukan penyerapan beras dan gabah petani di seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya, ketersediaan beras berlimpah
Berdasarkan data, posisi terakhir volume pengadaam beras-gabah petani lokal yakni sebanyak 1.153.325 ton.
Secara keseluruhan, pada sela-sela peninjauan dan pengecekan Gudang Bulog di kawasan Sunter Jakarta oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, belum lama ini, Wahyu Suparyono, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, saat ini, ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman.
Baca Juga: Garap Proyek NEV, Honda-Dongfeng Kompak Bangun Manufaktur Baru di China
Volumenya, kata Wahyu Suparyono, sekitar 1,6 juta ton. Dia mengklaim ketersediaan beras tersebut bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga periode 2024 berakhir.
Agar ketersediaan beras lebih mumpuni sehinga kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus stabilitas harga komoditas itu tercipta, cetus Wahyu Suparyono, hingga Desember 2024, pihaknya mencanangkan ketersediaan beras pada posisi 2 juta ton.
Tentunya, kokohnya ketersediaan beras itu bisa menunjang bergulirnya program-program pangan nasional. Antara lain, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),
Data menunjukkan, realisasi penyaluran beras SPHP selama 2024 pada level 1.240.123 ton.
Program berikutnya yakni Bantuan Pangan Beras. Selama 2024, Perum Bulog merealisasikan penyaluran Program Bantuan Pangan Beras sebanyak 1.760.206 ton. (*)
