KESATU.CO – BANDUNG, Status dan predikat sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan garansi bagi perusahaan-perusahan pelat merah untuk terus menorehkan kinerja cemerlang.
Buktinya, pada Rapat Kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kementerian BUMN mengungkap adanya tujuh korporasi BUMN yang berkinerja negatif. Ketujuh perusahaan Merah Putih itu mengalami kerugian.
Erick Thohir, Menteri BUMN, mengatakan, ada tujuh di antara 47 korporasi BUMN yang mengalami kerugian.
Pria yang juga menakhodai Pengurus Besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PB PSSI) ini menyebut korporasi yang bermarkas di Bandung termasuk dalam tujuh BUMN yang mengalami kerugian, PT Bio Farma (Persero).
Mantan el Presidente peraih 19 gelar Scudetto Lega Calcio Serie A, Inter Milan ini, menjelaskan biang keladi kerugian PT Bio Farma (Persero).
Erick Thohir menuturkan, PT Bio Farma (Persero) harus menerima kenyataan pahit yakni merugi karena banyaknya penugasan pengadaan vaksin tatkala terjadinya wabah Covid -19.
Penyebab lainnya, sahut Erick Thohir, yakni, terjadinya dugaan fraud pada tubuh anak usaha korporasi bidang kesehatan tersebut, yakni PT Indofarma.
Secara kumulatif, pada 2023, PT Bio Farma (Persero) rugi Rp2,17 triliun.
Korporasi BUMN lainnya yang bernasib sama dengan PT Bio Farma (Persero), lanjut Erick Thohir, adalah PT Krakatau Steel Tbk
Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga triwulan III 2024, kerugian PT Krakatau Steel Tbk bertambah sangat signifikan, yaitu 201,6 persen secara tahunan atau menjadi 185,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) setara dengan Rp2,93 triliun.
Penyebabnya, perolehan pendapatan usaha industri baja nasional itu susut 47,9 persen secara tahunan yakni menjadi 657,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp10,17 triliun.
Selain itu, fasilitas main manufacture milik industri pelat merah yang direstrukturisasi pemerintah pada 2019 itu, beberapa waktu lalu, mengalami kebakaran.
Dalam daftar BUMN rugi, Erick Thohir menngatakan, kondisi yang dialami PT Bio Farma (Persero) dan PT Krakatau Steel Tbk juga terjadi pada tubuh korporasi Bumn Karyai, PT PT Wijaya Karya (WIKA) Tbk (Persero).
Pada akhir 2023, kerugian yang dialami PT WIKA Tbk (Persero) bertambah Rp7,12 triliun. Nilai pertambahan kerugian itu lebih banyak 11,86 persen daripada akhir 2022, yang nominalnya Rp 59,59 miliar di tahun 2022.
Pihaknya, ungkap Erick Thohir, Erick masih mengupayakan skema restrukturisasi BUMN karya ini, termasuk anak usahanya, WIKA Realty.
Lalu, ada nama PT Waskita Karya Tbk (Persero) dalam daftar BUMN rugi selanjutnya.
Mengacu pada pelaporan keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada Juni 2024 atau semester I tahun ini, PT Waskita Karya Tbk (Persero) rugi Rp2,15 triliun atau bertambah 4,18 persen secara tahunan.
Baca Juga: Toyota Berencana Sulap Kijang Innova Jadi BEV, Benarkah? Begini Penjelasannya
Kondisi yang dialami PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu, jelas Erick Thohir, karena berkurangnya kontrak kerja. Tidak itu sana, beban keuangan turut menjadi penyebab industri jasa konstruksi itu merugi.
Demi menyehatkannya, tukas Erick Thohir, pihaknya melakukan upaya- upaya restrukturisasi. Hasilnya, tuturnya, bersama 21 kreditur, PT Waskita Karya Tbk (Persero) menandatangani restrukturisasi bernominal Rp26 triliun
Kemudian, sambung Erick Thohir, ada korporasi BUMN bidang jasa keuangan yang saat ini menjadi perhatian publik, PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Erick Thohir mengklaim bahwa proses dan upaya penyehatan PT Asuransi Jiwasraya terus berlangsung.
Korporasi BUMN selanjutnya yang moncos yakni Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas). Pada akhir 2022, nilai kerugiannya Rp429,79 miliar,
Pemicunya, beban pokok pendapatan bertambah 73,80 persen secara tahunan atau menjadi Rp741,88 miliar.
Upaya penyehatannya, tukas Erick Thohir, pihaknya berencana mengubah pola bisnis, yakni yang semula lebih menitikberatkan landed house menjadi vertical house.
Hal itu demi terpenuhinya kebutuhan perumahan. Sedangkan ketersediaan lahan untuk permukiman berkurang.
Akibat kalah bersaing, ujar Erick Thohir, Perusahaan Umim (Perum) Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menjadi BUMN ketujuh yang mengalami kerugian.
Pihaknya, tegas Erick Thohir, berupaya menyelamatkan korporasi ini. Caranya, tukasnya, melalui skema restrukturisasi. (*)
