KESATU.CO – Ikatan Pengusaha Reklame Kota Bandung (IPRKB), komunitas pelaku usaha reklame yang bergerak di bidang media iklan luar ruang, menggelar diskusi terbuka bersama empat pasangan calon Walikota Bandung 2024.
Acara ini berlangsung dengan semangat kolaborasi untuk mendiskusikan visi, misi, serta pandangan para kandidat terkait perkembangan industri reklame dan perizinan di Kota Bandung.
Diskusi ini menghadirkan keempat pasangan calon, yaitu:
1. Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya
2. Haru Suhandaru – Ridwan Dhani Wiriananta
3. Muhammad Farhan – H. Erwin
4. Arfi Rafnialdi – Yena Iskandar Masoem
Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Grand Asrilia Convention Bandung dengan dihadiri ratusan pelaku usaha reklame, ekosistem pelaku usaha, serta media lokal dan nasional.
Menyelaraskan Visi dan Misi dengan Tantangan Industri Reklame
Setiap pasangan calon diberikan waktu untuk memaparkan visi dan misinya, khususnya terkait tata kelola kota dan sektor reklame. Dalam paparannya, para kandidat menyoroti pentingnya modernisasi sistem perizinan reklame, keberlanjutan lingkungan, serta kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
Dandan Riza Wardana, calon walikota nomor urut satu, menekankan pentingnya digitalisasi perizinan untuk mengurangi praktik birokrasi yang berbelit. “Industri reklame harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemerintah perlu memfasilitasi sistem perizinan berbasis digital yang lebih cepat dan transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Haru Suhandaru, calon nomor urut dua, menyatakan akan memberikan prioritas pada pemetaan ulang zona reklame di Kota Bandung melalui harmonisasi komunikasi.
Ia menyampaikan, “Pengelolaan tata ruang yang terintegrasi adalah kunci untuk memastikan reklame dapat mendukung estetika kota tanpa mengorbankan potensi ekonomi.”
Sementara itu, Muhammad Farhan, calon walikota nomor urut tiga, menyoroti peran reklame sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menegaskan, “Kami berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha reklame dengan filosofi memutar lalu menerobos, agar dapat memperoleh solusi bagi kendala yang dihadapi oleh pelaku bisnis di IPRKB ini.”
Baca Juga: Anak Muda Jangan Jadi Korban Tren, Ini Cara Cerdas Kelola Uang ala BRI
Di sisi lain, Arfi Rafnialdi menambahkan sebagai calon walikota nomor urut empat, ia menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam industri reklame. “Kita perlu mendorong penggunaan reklame ramah lingkungan serta memastikan bahwa pendapatan dari sektor ini juga mendukung program penghijauan kota,” katanya.
Persoalan Perizinan Reklame di Bandung
Diskusi ini juga menjadi forum untuk membahas tantangan yang dihadapi IPRKB, khususnya terkait regulasi dan perizinan reklame di Kota Bandung.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandung, pada tahun 2023, terdapat lebih dari 1.500 reklame yang tercatat aktif, namun hampir 30% di antaranya belum memiliki izin lengkap.
Ketua IPRKB, Budi Wirawan, menyampaikan bahwa proses perizinan reklame sering kali menghadapi hambatan birokrasi yang memperlambat pertumbuhan industri. “Kami berharap pemerintah berikutnya dapat memberikan solusi nyata terhadap kendala ini, termasuk penyederhanaan proses dan penyesuaian tarif pajak reklame,” jelasnya.
Harapan untuk Masa Depan Industri Reklame Bandung
Melalui diskusi ini, IPRKB berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun industri reklame yang inovatif, tertib, dan berdaya saing.
Penyelenggaraan acara ini juga menjadi momentum penting untuk mendengar langsung komitmen para kandidat dalam mendukung pengembangan sektor reklame di Kota Bandung.
IPRKB mengapresiasi partisipasi seluruh pasangan calon dalam diskusi ini. Sebagai komunitas yang telah berdiri selama lebih dari dua dekade, IPRKB terus berkomitmen untuk berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan estetika Kota Bandung melalui inovasi di bidang reklame.
