KESATU.CO – BANDUNG, Banyak cara dilakukan perbankan untuk memperkuat struktur permodalannya agar performa dan kinerjanya tetap mentereng. Satu bentuknya yakni menerbitkan surat berharga alias obligasi.
Opsi menerbitkan obligasi pun dilakukan korporasi perbankan berbendera Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terakbar di tanah air, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Informasinya, berdasarkan prospektus, perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung itu, secara resmi, membuka penawaran obligasi yang kali ini berjenis perpetual bernilai Rp3 triliun.
Tahap perdana penawaran obligasi perpetual, atau obligasi abadi karena tidak ada waktunjatuh tempo ini, perbankan pelat merah tersebut mencanangkan perolehan dana bernominal Rp1 triliun.
Rencananya, bank bjb memanfaatkan obligasi perpetual yang berimbal hasil setiap tiga bulan sejak tanggal emisi itu guna memperkokoh struktur permodalannya agar penyaluran kreditnya lebih ekspansif dan masif sekaligus memperkuat struktur penghimpunan dana secara long term.
Apabila setelah 66 bukan memiliknya, para investor obligasi perpetual yang minimal pemesanannya Rp5 juta ini tidak berkewajiban menganggarkan dana untuk biaya tambahan.
Pada sisi lain, setelah 66 bukan atau 5,5 tahun, bank bjb memiliki hak dan opsi untuk membeli obligasi itu setiap ulang tahun penerbitannya.
Agar aksi korporasi itu bergulir dan meraih hasil optimal sesuai ekspektasi, kabarnya, bank bjb melibatkan tujuh lembaga penjamin pelaksana emisi efek.
Tiga di antaranya yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Danareksa Sekuritas.
Empat lainnya adalah anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Mandiri Sekuritas. Lalu, PT Indo Premier Sekuritas. Kemudian, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Mega Capital Sekuritas.
Sedangkan yang berperan sebagai wali amanat dalam aksi korporasi bank bjb tersebut yaitu PT PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero).
Periode Penerbitan Obligasi Perpetual BJB
– Penawaran Awal: 18-25 November 2024
– Efektif: 29 November 2024
– Penawaran Umum: 3-5 Desember 2024
– Penjatahan: 6 Desember 2024
– Pengembalian Uang Pemesanan: 10 Desember 2024
– Distribusi Obligasi Perpetual Secara Elektronik: 10 Desember 2024
– Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 11 Desember 2024. (win)
