KESATU CO – BANDUNG, Tidak lagi terbantahkan bahwa Jabar termasuk provinsi rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin kencang alias badai, dan lainnya.
Faktanya, hingga kini, banyak kota-kabuparen di Tatar Pasundan yang kerap terlanda bencana hidrometeorologi. Bukti terbaru, banjir dan longsor menerpa dua wilayah bagian selatan Jabat, Sukabumi dan Cianjur.
Tentu saja, terpaan banjir dan longsor di Sukabumi-Cianjur itu menimbulkan berbagai dampak. Di antaranya, lumpuhnya ketenagalistrikan.
Melihat kondisi itu, secara sigap, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero), bergerak cepat menormalisasi pasokan listrik di dua wilayah Bumi Parahyangan tersebut.
Di antaranya, memulihkan kondisi ratusan gardu listrik, yang mengalami kelumpuhan akibat terjangan banjir dan longsor.
Agung Murdifi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, mengemukakan, ada 17 kecamatan di antara 33 kecamatan di Sukabumi-Cianjur terdampak banjir dan longsor yang kondisinya sangat parah.
Baca Juga: Acungan Jempol Bagi KAI: Ada Pelayanan Spesial Bagi Penumpang Kalangan Disabilitas, Ini Bentuknya
Karena itu, kata dia, pihaknya berupaya dan bekerja keras menormalisasi pasokan listrik di Sukabumi-Cianjur yang terdampak bencana banjir dan longsor meski cuaca masih tergolong ekstrim.
Berkat kerja keras dan beragam upaya, lanjut pria berkacamata tersebut, pihaknya berhasil memulihkan 100 persen seluruh gardu distribusi yang terdampak banjir dan longsor sangat parah.
Pulihnya gardu-gardu itu, lanjut Agung Murdifi, membuat sebanyak 22 416 pelanggannya di 17 kecamatan Sukabumi-Cianjur kembali menerima pasokan energi listrik.
Meski pasokan energi listrik di 17 kecamatan Sukabumi-Cianjur itu pulih, pihaknya tetap bersiaga 100 persen untuk menyikapi sekaligus meminimalisir dampak negatif apabila terjadi bencana hidrometeorologi lainnya pada masa mendatang.
Kesiapsiagaan itu, ujarnya, berupa pengerahan 326 orang personel. Pihaknya pun menyiagakan 52 unit mobil Pelayanan Teknik (Yantek). Ada juga, tuturnya 10! unit truk dan lima unit crane. (win)
