KESATU.CO – BANDUNG, Performa dan kinerja positif setiap sektor bisa menunjang perkembangan ekonomi yang lebih baik. Perbankan menjadi satu di antara sekian banyaknya sektor yang krusial dan menjadi trigger bergeliatnya perekonomian.
Seperti apa perkembangan perbankan selama 2024 khususnya di Jabar?
Yuzirwan, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar, mengemukakan, secara umum, di Jabar, perbankan bergeliat secara positif.
Dia mengatakan, ada beberapa indikator yang menunjukkan perkembangan positif perbankan di Tatar Pasundan.
Antara lain, sebutnya, nilai aset. Yuzirwan menyatakan hingga Oktober 2024, perbankan di Jabar memiliki aset yang berlimpah.
“Nilainya (aset) bertambah 8,34 persen secara tahunan atau menjadi Rp1.032 triliun. Aset perbankan itu lebih banyak 8,34 persen daripada realisasi Oktober 2023 yang angkanya Rp952 triliun,” tandas Yuzirwan.
Tidak hanya aset, lanjut dia, hingga Oktober 2024, perbankan di Jabar pun mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) bernilai jumbo, yakni Rp699 triliun atau bertambah 6,15 persen secara tahunan.
Indikator berikutnya, sambung Yuzirwan, yaitu penyaluran kredit atau pembiayaan. Hingga Oktober 2024, kata dia, nominal kredit yang disalurkan perbankan di Bumi Parahyangan bernilai Rp646 triliun atau bertambah 8,15 persen secara tahunan.
Masifnya penyaluran kredit atau pembiayaan itu, tambah Yuzirwan, diimbangi oleh pergerakan positif rasio Non-Performing Loan (NPL).
“Posisi NPL perbankan Jabar, secara umum, bergerak positif. Pada Oktober 2024, posisi NPL yakni 3,39 persen, lebih baik daripada Oktober 2023, yakni 3,62 persen,” papar Yuzirwan.
Bagaimana dengan perbankan segmen Bank Perekonomian Rakyat (BPR)?
Yuzirwan menambahkan, secara umum, di Jabar, BPR pun mengalami pergerakan positif. Dia mengungkap, hingga Oktober 2024, BPR memiliki aset bernilai total Rp2,25 triliun. Angka itu lebih banyak 9,30 persen daripada Oktober 2023, yang nominalnya Rp2,10 triliun.
Pengelolaan DPK oleh BPR pun, imbuhnya, menunjukkan tren positif. Posisi DPK yang dikelola BPR hingga Oktober 2024, sebut dia, yaitu Rp195 triliun, atau bertambah 10,23 persen secara tahunan.
Pergerakan kinerja positif BPR juga tercermin pada penyaluran pembiayaan, yang hingga Ojo 2024, beber Yuzirwan, pada level Rp1,20 triliun, bertambah 42,99 persen secara tahunan.
“Rasio NPL juga lebih baik, yakni 3,13 persen pada Oktober 2024. Sedangkan pada Oktober 2023, rasio NPL BPR yaitu 4,43 persen. (win)
