KESATU.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto saat sudah berlangsung. Untuk di Jawa Barat (Jabar) sendiri, Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG akan terus dilaksanakan secara bertahap.
Hingga Desember 2024, program ini telah mencakup 54 Satuan Pengelola Pelayanan Gizi (SPPG) di 27 kabupaten/kota.
Baca Juga: Tak Ada Gugatan Pilkada ke MK, KPU Purwakarta Tetapkan Calon Bupati Terpilih Besok
“MBG itu sebanyak 23 kabupaten/kota yang sudah melaksanakan dan terdapat 54 SPPG. Ini masih berjalan, jadi memang masih penyesuaian,” kata Bey Machmudin seusai Rapat Pimpinan Gubernur di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa kemarin.
Ia mengungkap masih ada empat daerah di Jabar yang belum melaksanakan program ini, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Banjar.
Baca Juga: Melan : Pemuda Pancasila Merupakan Pengawal Konstitusi
“Jadi yang belum itu Sumedang, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Banjar. Empat (daerah) yang belum. Ini bertahap,” katanya
Terkait pendanaan, Bey menjelaskan bahwa anggaran untuk program MBG saat ini masih berasal dari Badan Gizi Nasional.
Ia optimistis bahwa kendala dalam pelaksanaan program ini hanya bersifat sementara dan seluruh daerah akan terjangkau pada akhirnya.
“Anggaran masih dari Badan Gizi Nasional. Ini masalah karena bertahap saja, tapi pasti juga akan sampai,” tuturnya.
Sebelumnya, pada Senin (6/1), Bey menyampaikan bahwa Pemdaprov Jabar telah mencanangkan anggaran sebesar Rp1 triliun dari APBD untuk mendukung pelaksanaan MBG.
Baca Juga: Cara KAI Sempurnakan Pelayanannya: Tambah Fasilitas Baru di Beberapa Stasiun
Namun pelaksanaan teknisnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.
Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jabar menyebutkan bahwa Jawa Barat menargetkan memiliki 727 SPPG hingga tahun 2025.
Program MBG menjadi bagian dari komitmen Pemdaprov Jabar dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam memantau dan mengatasi masalah gizi di kalangan anak-anak dan ibu hamil. ***