KESATU.CO – BANDUNG, Demi memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, idealnya, dunia pendidikan menjalin sinkronisasi dengan dunia usaha dan industri.
Berkenaan dengan hal itu, lembaga pendidikan legendaris di Kota Bandung, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) Ariyanti. ternyata, menggulirkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sejak lama.
Pada sela-sela Wisuda 42 periode 2023-2024 LPP Ariyanti di Trans Luxury Hotel, Jalan Jenderal Gatot Subroto Bandung, Ishviastuti Oskar, Direktur LPP Ariyanti, mengemukakan, selama ini, pihaknya memang menyinkronisasikan kurikulum berbasis kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Bahkan, kami juga memiliki kurikulum mengenai kewirausahaan,” tandas Ishviastuti Oskar.
Artinya, jelas Ishviastuti Oskar, pihaknya memiliki program bagi para mahasiswanya yang berkeinginan menjadi enterpreneur atau pelaku Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM).
Selain kurikulum yang tersinkronkan dengan dunia usaha dan industri, lanjutnya, pihaknya juga bekerja sama dengan sektor industri.
Buktinya, ungkap dia, pada Wisuda 42 periode 2023-2024 tersebut, pihaknya menandatangani kesepakatan dengan beberapa pelaku industri, yang di antaranya adalah perbankan, yakni PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero).
Tidak itu saja, kata Ishviastuti Oscar, dalam Wisuda 42 yang diikuti ratusan wisudawan tersebut, pihaknya juga bersepakat dengan asosiasi profesi. Yaitu, ungkapnya The Indonesia Chef Association (ICA) Jabar.
Baca Juga: BRI Siapkan Rp2,92 Triliun untuk KPR Subsidi, Dukung Program 3 Juta Rumah
Dia menjelaskan, tujuan pihaknya menyinkronkan kurikulum-kurikulum berbasis kompetensi dan berkolaborasi dengan dunia usaha itu demi terpenuhinya kebutuhan lapangan pekerjaan.
“Tidak hanya bagi para pencari kerja maupun industri yang membutuhkan SDM andal,” sahutnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Tantan Surya Santana, sangat memuji dan mengapresiasi kurikulum-kurikulum yang selama ini diaktifkan LPP Ariyanti.
“Dunia pendidikan sangat berkaitan dengan dunia usaha dan industri. Sektor industri tentunya memerlukan SDM andal dan berkualitas,” kata Tantan Surya Santana.
Dia berpendapat, apabila dibekali SDM unggul, andal, dan kompeten, tentunya, hal itu bisa memperkuat daya saing sebuah industri.
“Jika demikian, tentunya, dampaknya luar biasa. Perekonomian bisa bergerak secara lebih positif. Karenanya, saya sangat mengapresiasi upaya-upaya LPP Ariyanti untuk melahirkan SDM-SDM unggul melalui seluruh program dan kurikulumnya,” tutup Tantan Surya Santana. (win)
