KESATUCO – Stunting masih menjadi isu utama di Kota Sukabumi. Bahkan Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya untuk menekan angka stunting melalui berbagai Langkah strategis dari hulu hingga hilir.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, upaya yang paling relevan untuk menekan stunting ialah mencegah pernikahan dini.
Selain itu mengoptimalkan peran kader Posyandu di wilayah.
Baca Juga: Masyarakat Berpenghasilan Rendah Dimudahkan Mendapatkan Rumah, Begini Caranya
“Pemerintah Kota Sukabumi saat ini terus fokus menekan angka stunting, dari hulu ke hilirnya. Salah satunya, melalui fokus mencegah terjadinya pernikahan dini dan juga melalui kader-kader Posyandu di wilayah,” ujarya.
Apalagi menurutnnya, akar permasalahan dari stunting ialah kondisi ekonomi dalam rumah tangga. Di mana, anak yang putus sekolah dinikahkan sedini mungkin.
“Anak yang putus sekolah itu, kemungkinan melakukan pernikahan dini sangatlah tinggi,” ucapnya.
Baca Juga: Gold N’ Roses Tawarkan Beragam Perhiasan Emas Berkualitas
Maka dari itu, Pemerintah Kota Sukabumi mendorong Posyandu untuk bergerak di lapangan. Salah satunya lewat pemberian makanan tambahan (PMT) yang berkualitas bagi balita.
“Posyandu ini memiliki program bantuan sebesar Rp500ribu per bulan. Bantuan ini diharapkan bisa dikelola dengan baik oleh para kader,” pungkasnya.
