KESATUCO – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan dirinya akan mengevaluasi penyaluran dana hibah di daerahnya.
Apalagi, dana hibah ini menjadi sorotan semua pihak.
“Dan hibah harus dievaluasi,” tegasnya, Kamis, 13 Maret 2025.
Baca Juga: Ikbal Tegaskan 95 Persen Anggotanya Wartawan Kompeten
Bahkan menurutnya, dana hibah ini menjadi sorotan gubernur hingga presiden. Mengingat ada kekhawatiran dana hibah digunakan sebagai anggaran titipan.
“Dana hibah ini khawatir dijadikan dana titipan, jadi harus dievaluasi,”‘ ucapnya.
Selain itu, dana hibah pun tidak terlepas dari efisiensi anggaran. Hal itu sesuai instruksi presiden.
Baca Juga: Hadiri Seminar HPN PWI, Ayep Zaki : PWI Monitor Kinerja Saya
“Kalau bisa 50 persen (efisiensi). Hibah masa tidak diefisiensi. Sebab, tidak bisa tidak, harus laporan ke pak presiden,” ungkapnya
Namun tidak hanya dana hibah saja, hampir semua anggaran terkena efisiensi. Hal itu sudah menjadi keharusan berdasarkan instruksi presiden.
“Itu (efisiensi) sudah keharusan. Hasil dari efisiensi akan dipakai pembangunan,” terangnya.
Namun yang penting baginya, PAD Kota Sukabumi harus naik di 2026 nanti. Hal itu demi tingginya anggaran Pemerintah Kota Sukabumi.
“2026 naikin PAD. Kita akan lebih baik dari sebelumnya. Lihat saja gebrakan Ayep Zaki – Bobby Maulana,” pungkasnya.
