KESATU.CO, PURWAKARTA – Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, segera menertibkan bangunan liar atau ilegal yang menempati disepanjang bantaran sungai yang status tanahnya milik negara.
Penertiban bangunan ilegal tersebut, disampaikan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein dalam pidatonya pada Hari Perpustakaan Nasional ke-45, di Dinas Arsip dan Perpustakaan, pada Kamis 22 Mei 2025.
Tujuan penertiban bangunan liar di bantaran sungai menurut Om Zein sebagai langkah pemerintah untuk menormalisasi aliran sungai di Kabupaten Purwakarta yang kerapkali menyebabkan banjir.
Selain itu, usai bantaran sungai di normalisasi. Lahan tersebut akan dibuat jalan oleh pemerintah untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.
“Penertiban bangunan liar ini atas permintaan dari Perum Jasa Tirta (PJT II), secara khusus PJT II meminta bantuan pemerintah untuk membantu menormalisasikan sungai dan menertibkan bangunan liar yang menempati lahan tersebut,” kata Om Zein.
Sebelum ditertibkan, Pemkab Purwakarta akan berkirim surat pemberitahuan bagi warga yang menempati Lahan-lahan milik negara. Langkah tersebut dilakukan pemerintah sebagai tindakan preventif sebelum ditertibkan menggunakan alat berat.
“Langkah awal yang kami lakukan berkirim surat pemberitahuan pertama, kedua dan ketiga untuk menertibkan sendiri bangunannya. Jika proses tersebut sudah ditempuh mereka tidak menerbitkan sendiri, maka pemerintah dan pihak terkait akan turun langsung menertibkan,” katanya.
Adapun bangunan liar yang akan diterbitkan yaitu ada diberbagai wilayah. Diantaranya Om Zein menyebut, Kecamatan Pondoksalam, Pasawahan, Wilayah Kelurahan Munjul Jaya, Wilayah Cimaung dan hingga Taman Sri Baduga.
Baca Juga: Sesmendukbangga Janji Perkuat Organisasi Jurnalis Bangga Kencana
“Makanya Om Zein, membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan PJT II untuk menertibkan bangunan liar di bantaran sungai,” katanya.
Setelah selesai diterbitkan Pemkab Purwakarta akan bergegas membuat jalan baru. Yakni jalan lingkar poros tengah dalam.”Kenapa insfratruktur ini langsung di kerjakan. Karena ini yang bisa di rasakan oleh masyarakat secara langsung. Ya, paling tidak bisa kita mulai dari sini dulu,” pungkas Om Zein. ***
