KESATU.CO – Sebuah acara istimewa bertajuk “Doa Bersama untuk Indonesia, Ceramah, Bedah Buku & Deklarasi Muslimah Indonesia Berkarya” akan digelar di Masjid Raya Bandung pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Acara ini menjadi momentum penting yang mempertemukan tokoh nasional, ulama, akademisi, serta masyarakat luas dalam rangka memperkuat persatuan bangsa melalui doa, literasi, dan semangat karya.
Tiga tokoh utama akan hadir mengisi agenda, yakni Mayjen TNI Dr. Nugraha Gumilar MSc., H. Roedy M. Wiranatakusumah, S.H., M.H., MBA, serta Nur Siti Aisyah, S.E.. Ketiganya akan memberikan pandangan strategis mengenai peran doa, ilmu pengetahuan, dan kontribusi nyata kaum muslimah dalam membangun bangsa.
“Selain ceramah dan doa bersama, acara ini juga akan menghadirkan bedah buku yang diharapkan menjadi ruang literasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat. Puncaknya, akan digelar Deklarasi Muslimah Indonesia Berkarya sebagai komitmen kolektif untuk mendorong kiprah perempuan muslim Indonesia di berbagai bidang kehidupan. Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi gerakan moral yang menguatkan kontribusi muslimah di ranah sosial, pendidikan, hingga ekonomi,” ungkap Roedy, Ketua Nazhir Masjid Raya Bandung, Jumat (22/08/2025).
“Apalagi, moment indah ini akan dihadiri dua tokoh narsum yang sudah tak asing lagi yakni, Bapak Mayjen TNI, Dr. Nugraha Gumilar MSc, dan Ibu Nur Siti Aisyah, sang penulis buku,” tegas Roedy.
Baca Juga: Asik.. Ibu-ibu, Harga Bawang Merah Hari Ini di Jawa Barat Turun!
Acara akan dipandu oleh dua moderator muda, Azzahra Nurul Izza Mubarok S.Pd. dan Eka Agus Supriyadi, S.E., yang mewakili semangat generasi penerus bangsa. Dengan konsep kolaboratif, acara ini terbuka untuk umum dan diperkirakan akan dihadiri ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Menurut Ketua Nazhir, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga sebuah ikhtiar kolektif untuk merawat persatuan Indonesia. Doa bersama yang akan dipanjatkan di Masjid Raya Bandung diharapkan membawa keberkahan dan menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual, intelektual, serta solidaritas masyarakat adalah modal utama bangsa menghadapi tantangan zaman.
