KESATUCO – Di sebuah sudut Kampung Kebonkai, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, seorang pria penyandang disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk tetap berkarya.
Namanya Ujang. Meski tubuhnya tak sekuat orang kebanyakan, semangatnya dalam bekerja justru melampaui batas-batas itu.
Setiap hari, Ujang menjalani rutinitasnya dengan tekun. Ia beternak, bertani, dan membuat rangka layang-layang semua ia lakukan sendiri.
Baca Juga: Ketua DPRD Apresiasi Inovasi Bapenda dalam Layanan Pajak Digital
Keterbatasan tak membuatnya bergantung pada orang lain. Sebaliknya, ia menjadi inspirasi bagi warga sekitar.
Kisah Ujang sampai ke telinga Bupati Sukabumi, Asep Japar. Bahkan dirinya datang langsung ke rumah Ujang.
Ia ingin melihat dan merasakan sendiri bagaimana semangat warga seperti Ujang menjadi penggerak di tengah keterbatasan.
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Siap Evaluasi Tunjangan Dewan
Bupati tak hanya datang untuk menyapa. Ia turut duduk bersama Ujang, berbincang hangat, dan bahkan mencoba membuat rangka layang-layang.
Di sela percakapan, mereka membahas soal permodalan dan peluang usaha agar kegiatan Ujang bisa berkembang lebih jauh.
“Saya sangat kagum. Ini bukan hanya soal bertahan hidup, tapi tentang semangat untuk terus maju. Ujang bisa jadi contoh untuk banyak orang,” kata Asep Japar, usai kunjungan.
Baca Juga: ASN Diminta Implementasikan Digitalisasi Pelayanan Publik
Bagi Ujang, hidup bukan soal mengeluh.
Ia memilih sibuk menciptakan, memanfaatkan apa yang ada. Hasilnya tak selalu besar, tapi cukup untuk membuatnya berdiri tegak di tengah keterbatasan.
Kunjungan itu tak hanya menjadi bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga pengakuan bahwa kerja keras—sekecil apa pun layak untuk diapresiasi.
