KESATU.CO, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menyampaikan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis, sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Dalam Negeri.
Bupati Purwakarta, Jawa Barat. Saepul Bahri Binzein yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta Norman Nugraha mengatakan, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program MBG, sudah ada dua tugas utama yang telah dilaksanakan.
”Pertama, penyediaan lahan. Pemkab Purwakarta telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif untuk pembangunan dapur makanan bergizi gratis,” ujar Sekda Norman.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Buka Pertandingan Mini Soccer Peringati Harhubnas dan Haornas
Statemen tersebut disampaikan Sekda Norman dalam sambutan Pelatihan Hygiene dan Sanitasi Makanan Bagi Penjamah Makanan Dapur SPPG “Bersih Hate Bersih Pikir” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Dapur SPPG Purwakarta Istimewa di Bale Sawala Yudistira pada Senin, 8 Agustus 2025.
Minggu lalu, kata Norman, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan survei lapangan.
”Diharapkan, pembangunan dapur ini bisa dimulai pada November 2025,” ucap Norman.
Selanjutnya, pemerintah daerah telah membentuk tim percepatan. Pemerintah daerah juga telah membuat Surat Keputusan Kepala Daerah untuk membentuk tim percepatan pembentukan SPPG.
Baca Juga: Polri Tegas Tindak Ratusan Akun Medsos yang Sebarkan Konten Provokatif
”Saat ini, sudah ada 16 mitra yang berpartisipasi dalam program ini. Pemkab Purwakarta terus mendorong agar lebih banyak pihak yang dapat bekerja sama dan bergabung dalam waktu dekat,” kata Norman.
Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairopa Pahri Putra, S.I.P., M.PM menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk memastikan standarisasi kebersihan dan higienitas dalam pengelolaan makanan, baik dari sisi kebersihan lingkungan, peralatan, maupun penjamah makanan itu sendiri.
Selain pelatihan, pemerintah daerah juga akan melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke beberapa SPPG secara acak.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati terkait bidang pengawasan.
”Sidak akan berfungsi sebagai kontrol untuk memastikan pengelolaan SPPG di Purwakarta berjalan secara profesional,” kata Dandim Letkol Inf Ardha.
Baca Juga: Temukan Anak Kecil Terlantar Tidur Dipinggir Jalan, Bupati Purwakarta Om Zein Ambil Langkah Cepat Berikan Pertolongan
Ketua Pelaksana Saefudin mengatakan, pentingnya pelatihan hygiene sanitasi makanan bagi penjamah makanan dapur SPPG.
Hal ini sebagai salah satu syarat untuk menjaga kualitas olahan makanan yang akan disajikan kepada siswa atau penerima manfaat lainnya.
”Pelatihan ini tentu menjadi salah satu syarat penting, untuk mengusulkan dokumen SLHS bagi mitra SPPG yang ada di wilayah Purwakarta,” ujar Sei, begitu dia disapa.
Sei menambahkan, dokumen SLHS sendiri berfungsi untuk menjamin standar kebersihan dan kelayakan bagi setiap unit dapur SPPG dan akreditasi dapur SPPG pada tahun berikutnya.
Dari semua dapur SPPG yang sudah beroperasi di Purwakarta, jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan selesainya proses persiapan, survey kelayakan, hingga penempatan kepala SPPG.
Baca Juga: APBD 2026 Difokuskan untuk Pembangunan Daerah Sukabumi
”Seperti kita ketahui, bahwa program makan bergizi gratis, merupakan program prioritas nasional dalam bentuk bantusn pemerintah yang diatur dalam Perpres 83 Tahun 2024 tentang badan gizi nasional,” kata Sei.
Program makan bergizi gratis sendiri sejatinya memiliki empat tujuan utama, yaitu menurunkan angka prevalensi stunting anak, menaikan angka kecukupan gizi anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
”Dan tak kalah penting mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berskala daerah,” kata Sei.***
