KESATU.CO– Di tengah kritik yang beredar, Pupuhu Sanggar Seni Pesona Putra Talaga, Sutisna, SH, MH., menegaskan bahwa lagu berbahasa Sunda berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejat” ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) bisa dipahami sebagai karya seni, bukan pernyataan politik atau serangan gender.
Menurut Kang Sutisna, musik dan seni sejak lama menjadi wadah ekspresi pribadi, humor, satire, serta refleksi kehidupan. “Ini biasa saja dalam dunia seni,” ujarnya. “Sebuah lagu sah-sah saja mengandung refleksi diri, bahkan kenakalan masa lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lagu tersebut lebih tepat dilihat sebagai hiburan dan ungkapan pribadi daripada ditafsirkan sebagai upaya menyerang atau merendahkan kelompok tertentu.
“Penafsiran terhadap karya seni memang selalu beragam, dan itu wajar,” katanya.
Kang Sutisna mengajak masyarakat Purwakarta dan pencinta seni Sunda untuk menyikapi polemik ini secara proporsional dan bijak. Menurutnya, seni tidak harus selalu steril dari kontroversi. Justru keberanian berekspresi dan merefleksikan pengalaman hidup merupakan salah satu kekayaan budaya yang patut dijaga.
“Lalaki Langit Lalanang Bejat” hadir sebagai karya yang jujur, berani, dan khas. Mari kita nikmati sebagai seni, bukan sebagai bahan perdebatan yang berlarut-larut,” ujarnya.
Sanggar Seni Pesona Putra Talaga pun menyatakan dukungan penuh. “Kami mendukung penuh Om Zein sebagai seniman yang berani menuangkan pengalaman hidupnya ke dalam karya,” ungkapnya.
Klarifikasi dari Om Zein
Bupati Saepul Bahri Binzein (Om Zein) sendiri telah memberikan penjelasan.
“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020 bercerita tentang diri saya sendiri,” ujarnya.
“Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” ungkapnya.
“Berawal dari renungan atas prilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal dan bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa jaga diri,” ungkap Om Zein. (*)
