KESATU.CO, PURWAKARTA – Dalam rangka kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara khusus menggelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang digelar di Kantor BPBD Purwakarta, Jalan Purnawarman Selatan, Sindangkasih
“Purwakarta termasuk daerah dengan tingkat kerawanan menengah hingga tinggi. Masyarakat harus dilatih agar tidak panik, tahu langkah pencegahan, dan bisa menolong diri sendiri serta orang lain saat bencana terjadi,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, kepada awak media.
Dia menyebut melalui pelatihan ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta aparatur desa.
Baca Juga: Prabowo Berikan Bintang Jasa Utama ke Bill Gates: Bantuannya untuk Indonesia Luar Biasa
Kondisi geografis Purwakarta yang beragam membuat wilayah ini rentan terhadap bencana alam.
”Karena itu, pelatihan diarahkan untuk membekali masyarakat dan perangkat desa agar mampu mengenali risiko, melakukan langkah pencegahan, serta menyiapkan strategi pengurangan dampak,” jelasnya.
Ia menegaskan, Desa Tangguh Bencana (Destana) harus semakin terlatih dan mandiri menghadapi ancaman.
Pelatihan tersebut juga mengedepankan prinsip kolaborasi pentahelix, yaitu kerja sama antara pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, dan media.
Baca Juga: Ketua Nadzir MRB; HUT ke-215 Kota Bandung Momentum Realisasi UTAMA Terwujud
“Perlindungan masyarakat dari bahaya bencana tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Keterlibatan berbagai unsur sangat penting agar masyarakat lebih tangguh dan siap menghadapi bencana apa pun,” katanya.
Selain materi berupa teori, pelatihan juga menghadirkan simulasi langsung. Peserta dilatih melakukan evakuasi, penggunaan peralatan penyelamatan, hingga strategi mitigasi berbasis komunitas.
Metode ini dipandang penting agar pengetahuan tidak berhenti pada konsep, melainkan bisa dipraktikkan saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
BPBD menargetkan pelatihan serupa akan diperluas ke desa-desa rawan bencana lainnya. Harapannya, masyarakat Purwakarta dapat lebih sigap dan mampu menekan risiko korban maupun kerugian saat bencana melanda.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi ancaman bencana,” pungkasnya.
Baca Juga: Wakil Bupati Purwakarta Ajak Masyarakat Kawal dan Awasi Proyek Pembangunan
Berdasarkan catatan BPBD, dalam tiga tahun terakhir Purwakarta selalu dilanda ratusan peristiwa bencana. Tahun 2023 terdapat 485 kejadian dengan lebih dari 25 ribu jiwa terdampak, sedangkan pada 2024 terjadi 426 kejadian yang berdampak pada 25.904 jiwa.
Hingga September 2025, sudah tercatat 232 kejadian, terdiri atas banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta bencana lainnya. ***
