KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi menempatkan penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebagai prioritas utama dalam kebijakan perumahan. Langkah ini dinilai sebagai fondasi sebelum melangkah pada pembangunan hunian baru secara masif.
“Bagi kami, menyelesaikan Rutilahu adalah fondasi penting. Warga harus lebih dulu merasakan manfaat dari rumah layak huni, baru kemudian kita bicara pengembangan program perumahan yang lebih luas,” ujar Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.
Data terbaru mencatat backlog perumahan di Kota Sukabumi mencapai 11.290 unit pada 2024. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, jumlah kekurangan hunian itu diperkirakan meningkat drastis menjadi 58.038 unit pada tahun 2044.
Di sisi lain, terdapat 3.717 unit rumah warga yang tidak memenuhi standar kelayakan dan membutuhkan perbaikan segera. Pemerintah Kota menargetkan perbaikan 267 unit rumah sepanjang tahun 2025. Hingga akhir September, 194 unit telah selesai dikerjakan.
“Penanganan Rutilahu tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Baznas Kota Sukabumi yang telah menyalurkan lebih dari Rp74 juta untuk perbaikan rumah warga kurang mampu,” ucapnya
Selain itu, Pemkot mendorong pemanfaatan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan memberikan insentif berupa pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: ION UT: Mobil Listrik yang Ingin Jadi Ikon Gaya Hidup Baru
“Hingga tahun ini, insentif tersebut telah dimanfaatkan untuk pembangunan 140 unit rumah,” ungkapnya
Ayep Zaki menegaskan, penanganan persoalan perumahan tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Insya Allah dengan kolaborasi yang kuat, kerja bersama, dan komitmen yang konsisten, Kota Sukabumi mampu mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan bermartabat bagi seluruh warga,” bebernya
Baca Juga: Jaecoo Tantang Pasar Premium: Overclaim atau Overdeliver? ini Jawabannya
Pemkot berharap upaya ini dapat menekan backlog serta mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh.
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Kota Sukabumi dalam mendukung pencapaian target nasional Program Satu Juta Rumah.
