KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, terutama melalui penguatan rumah sakit dan puskesmas.
Salah satu fokus utama adalah optimalisasi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD R. Syamsudin S.H.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyebut sistem BLUD memiliki potensi untuk memperluas manfaat layanan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Baca Juga: Kia Florita : Batik Bukan Sekadar Busana, Namun Warisan Budaya Bangsa
“Mudah-mudahan dari keuntungan atau nilai lebih BLUD ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat tidak mampu, termasuk pembayaran BPJS,” kata Ayep Zaki, usai melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Kesehatan, Pemkot Sukabumi mengajukan sejumlah usulan peningkatan fasilitas untuk RSUD R. Syamsudin S.H., RSUD Al-Mulk, serta 15 puskesmas yang tersebar di Kota Sukabumi.
Menurut Ayep, Menkes menyatakan kesiapan untuk mengakomodasi usulan tersebut.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi: Cyberbullying Tinggalkan Jejak Digital yang Sulit Dihapus
Bantuan yang dijanjikan mencakup pengadaan peralatan medis prioritas, seperti fasilitas kamar bedah, perangkat endoskopi, alat kemoterapi, serta obat-obatan sitostatika.
Selain untuk rumah sakit, Kemenkes juga akan menyalurkan alat laboratorium berupa urine analyzer dan hematology analyzer ke seluruh puskesmas.
“Insya Allah dengan dukungan pemerintah pusat, pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi akan semakin prima, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas layanan,” ungkap Ayep.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Prioritaskan Penanganan Rutilahu, Backlog Diprediksi Tembus 58 Ribu Unit
Optimalisasi BLUD disebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat reformasi layanan publik di sektor kesehatan, sekaligus memperkuat jaminan pelayanan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
