KESATU.CO – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Erwan Setiawan menegaskan pentingnya integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar selamat dunia akhirat dan tidak terjerat masalah hukum di kemudian hari.
Peringatan keras ini disampaikannya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2025 di Kampus BPSDM Jawa Barat, Kota Cimahi, Jumat (21/11/2025).
Dalam arahannya, Erwan menekankan bahwa integritas adalah pondasi utama kepemimpinan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Bandara Kertajati Jadi Pusat Industri Pertahanan RI
Ia mengaku prihatin dengan banyaknya kasus ASN atau pejabat yang terseret masalah hukum justru setelah memasuki masa purnabakti atau pensiun akibat ketidakhati-hatian selama bertugas.
“Begitu pensiun diperiksa KPK, stres, sakit, lalu meninggal. Jadi apa yang akan kita syukuri? Saya berharap kita semua selamat dunia akhirat,” ujar Erwan di hadapan para peserta pelatihan.
Guna menghindari risiko hukum tersebut, Wagub Jabar Erwan Setiawan memaparkan empat prinsip keamanan atau “4 Aman” yang wajib menjadi pedoman kerja para ASN.
Menurutnya, prinsip pertama adalah aman dalam perencanaan. ASN harus memastikan penyusunan rencana dilakukan secara matang, termasuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED).
Baca Juga: APBD Jabar 2026 Rp30,1 T Disahkan! Dedi Mulyadi Fokus Benahi Infrastruktur Dasar
Prinsip kedua adalah aman dalam penganggaran. Erwan meminta alokasi anggaran harus ketat sesuai kajian teknis dan dokumen perencanaan yang telah disepakati.
“Jangan sampai DED ke mana, anggaran ke mana. Itu bisa berakibat buruk ke depannya,” tuturnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Libatkan Mahasiswa Awasi Proyek Infrastruktur Jabar, Dapat Honor Harian
Selanjutnya, prinsip ketiga adalah aman dalam pelaksanaan. Pekerjaan harus berjalan lurus sesuai rencana dan anggaran tanpa penyimpangan.
Wagub Jabar Erwan Setiawan mencontohkan temuan perubahan peruntukan anggaran yang tidak sesuai ketentuan di lapangan.
“Yang tadinya untuk bikin toilet atau tempat wudhu, tiba-tiba dipakai buat pagar. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Prinsip terakhir adalah aman dalam pelaporan. Kelalaian dalam penyusunan laporan administrasi dinilai dapat menimbulkan persoalan hukum serius di kemudian hari.
“Laporan anggaran ke mana, pelaksanaannya ke mana, laporannya ke mana. Dalam lima tahun ini berpotensi menjadi maladministrasi. Ini banyak terjadi,” kata Erwan.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Izinkan ASN Jabar Libur Saat Ibu Sakit atau Ulang Tahun
Selain aspek keamanan administrasi, Erwan juga mengingatkan bahwa pemimpin yang baik tidak sekadar mengatur, tetapi harus mampu menumbuhkan dan menggerakkan tim kerja.
Menurutnya, tujuan akhir dari masa jabatan adalah mencapai kebahagiaan di masa pensiun atau khusnul khotimah.
Baca Juga: Indosat dan SMK Walang Jaya Perkuat Model Pembelajaran Berbasis Praktik Lewat Inisiatif Kios
Erwan turut menyinggung pengalamannya saat menempuh pendidikan di Lemhannas. Ia menyebutkan bahwa tingginya pendidikan seseorang tidak otomatis menjamin terbebas dari kesalahan jika tidak memegang teguh integritas.
“Banyak yang berhasil, tetapi tidak sedikit juga yang menjadi tahanan,” pungkasnya menutup kegiatan yang dihadiri para mentor dan penyelenggara PKN tersebut.***
