KESATUCO – Pemerintah Kota Sukabumi kembali mencuri perhatian nasional. Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Balai Kota Sukabumi, Selasa 2 Desember 2025, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memaparkan sederet capaian spektakuler yang mengukuhkan kota ini sebagai salah satu daerah dengan kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia.
Rombongan Komisi II yang dipimpin Wakil Ketua Aria Bima hadir bersama unsur FORKOPIMDA, Wakil Wali Kota, Ombudsman, Kemendagri, Sekda, pimpinan SKPD, BUMD, BLUD, serta jajaran terkait untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dalam paparannya, Wali Kota Ayep Zaki mengungkapkan peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam sembilan bulan terakhir, PAD Sukabumi melesat dari Rp436 miliar menjadi Rp489 miliar. Pemerintah menargetkan capaian Rp550 miliar pada 2026.
Tak hanya itu, efisiensi belanja–pendapatan membuat Sukabumi dinilai sebagai kota dengan kinerja terbaik secara nasional, menunjukkan tata kelola fiskal yang tidak hanya sehat, tetapi juga produktif.
Ayep Zaki menegaskan bahwa penguatan kebijakan pembangunan dan penataan birokrasi telah berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Kondisi ini sekaligus mendorong daya saing daerah dalam menarik investasi dan memperluas peluang ekonomi warganya.
Capaian lainnya ialah nominasi Sukabumi sebagai Kota Kreatif, serta predikat sebagai Kota Toleransi dengan nilai tertinggi di Jawa Barat. Dua prestasi ini dianggap sebagai bukti penguatan ekosistem sosial dan ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Di Tengah Efisiensi, Begini Langkah Strategis Pembangunan Kota Sukabumi
Di sektor UMKM, pemerintah kota juga memperkuat akses pembiayaan non-APBD demi memperluas keberlanjutan usaha kecil dan menengah.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota menegaskan komitmen terhadap reformasi birokrasi serta penyusunan 14 peraturan daerah prioritas pada 2026 sebagai fondasi pembenahan tata kelola jangka panjang.
Menutup pertemuan, Ayep Zaki menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan dari Komisi II DPR RI, termasuk terkait peningkatan kapasitas fiskal, inovasi pembangunan, peluang investasi, hingga rencana perluasan wilayah untuk memperkuat perekonomian daerah.
Baca Juga: Wagub Jabar Ajak ASN Tunjukkan Empati pada Korban Banjir Sumatera
Semua saran tersebut, termasuk dari Ombudsman dan berbagai fraksi, akan diimplementasikan secara bertahap dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
“Kami siap terus bersinergi demi menjadikan Sukabumi sebagai model pembangunan dan tata kelola pemerintahan yang berkontribusi bagi Indonesia,” tegas Wali Kota Ayep Zaki menutup pertemuan.
